BANDUNG, PelitaJabar — Walau sudah berselang lebih dua Minggu, para korban bencana gempa Lombok, masih membutuhkan bantuan.
Sebagai bentuk keprihatinan, Kepala Cabang Dinas (cabdin) Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah VII Husen Rahadian Hasan, bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Cabdin mengelar gerakan seribu “Gebu”.
Dari aksi sosial ini, dana yang dikumpulkan dari sisa jajan para siswa SMA/SMK dan SLB negeri dan swasta dan para Kepala Sekolah dan tenaga pendidikan di wilayah VII, terkumpul Rp 160 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, selama dua minggu, gebu berhasil mengumpulkan Rp 160 Juta” ungkap Husen, kepada PJ saat ditemui diruang kerjanya Jumat (7/9).

Dia melanjutkan, dana tersebut langsung diserahkan kepada Ketua Pembina Yayasan sekaligus Pemimpin Umum HU Pikiran Rakyat Syafik Umar di Kantornya Jalan Asia Afrika No 77 Bandung.
Menurut Husen, lembaga pendidikan sebagai lembaga normatif bermuatan pendidikan karakter harus memiliki 15 pendidikan karakter. Pendidikan difokuskan pada pada lima hal, yaitu disiplin, kerja keras, jujur tolong menolong dan bersih.
“Gebu merupakan implentasi dari pendidika karakter tolong menolong. Semoga kebiasan untuk tolong menolong kepada sesama ini dapat terus terbawa oleh siswa/i.”tuturnya.
Untuk itu, Husen menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bapak/Ibu Kepala SMA, SMK, SLB Negeri/Swasta di ling Cadisdikwil VII Kota Bandung & Cimahi.
“Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas partisipasinya dalam mensukseskan program “Gebu untuk Lombok”, pungkasnya.
Sementara Syafik Umar menjelaskan, ada tiga tahap penanganan bencana, yaitu tanggap bencana, recorvery, dan rekonstruksi. Tahap tanggap bencana biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Namun karena bencana buminya terjadi berkali kali tahap tanggap nencana Lombok bisa mencapai 2-3 bulan.
Tahap recorvery berupa pemulihan psikis dan mental. Tahap rekonstruksi pembangunan kembali bangunan rumah, dan sarana Ibadah yang rusak. Bantuan bantuan yang dititipkan ke Yayasan Pikiran Rakyat biasanya digunakan untuk tahap.rekonstruksi.
“Terutama pembangunan kembali sekolah dan sarana Ibadah. Jadi ada bukti sumbangan dari warga Jabar yang manfaatnya dirasakan lebih lama, “paparnya. CakDar