BANDUNG, PelitaJabar – Pengprov Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jawa-Barat akan berupaya keras mempertahankan predikat juara umum di Pon XX Papua tahun 2020 mndatang.
“Karena itu, kami sekarang sedang menyiapkan bk pon, seleksi babak kualisifikasi (bk- pon). Percuma berbicara pon, kalau bk pon tidak lolos,” jelas Sekretaris Umum IPSI Jabar Yoyo Yahya disela Bandung Lautan Api (BLA) Championship 2 yang digelar di Gor C-Tra Arena Bandung Sabtu (9/11/2019).
Menurutnya, pencak silat berbeda dengan sepakbola. Atlet pencak silat beda dengan sepakbola, dan bayarnyapun mahal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pencak silat di Asean games merebut 14 emas. Saya selalu memberikan rekomendasi untuk even even IPSI Jabar, Pertahankan Juara Umum Pencak Silat di PON XX Papua, dan tentu predikat tersebut akan terus kita pertahankan,” tegasnya.
Salah satunya, dengan mengikuti berbegai even pertandingan, termasuk kegiatan BLA 2 ini.
“Terlebih kita juga akan menghadapi olimpiade, bagaimana pencak silat jadi salah satu cabor, ketentuan itu harus dipakai sejak usia dini. Nah seperti hari ini, peserta yang ikut disini lebih 2000 peserta,” tambahnya.
Disinggung persiapan para atletnya, menurutnya sejak tahun lalu latihan terus ditingkatkan.
“Paling tidak tiga bulan kebelakang sudah pelatda di Gor Pajajaran, mulai dari pagi siang dan sore. Atlet merupakan hasil seleksi juara porda, pon, dan mahasiswa. Total yang berangkat ke Pon nantinya sekitar 42, termasuk 22 atlet, pelatih dan sembilan official,” pungkasnya.
Sementara, peserta Bandung Lautan Api 2 diikuti 2200 peserta dari berbagai perguruan pencak silat dan sekolah yang ada di Indonesia. Bahkan dari Kalimantan, Lampung termasuk perwakilan dari Malaysia ikut ambil bagian di ajang tersebut.
Pertandingan pencak silat terbagi beberapa kategori, mulai usia Dini/SD 8 tahun, SD 9-12 tahun. Pertandingan sendiri direncanakan dibuka Ketua Umum IPSI Jabar Phinera Wijaya yang memperebutkan piala Kemenpora.
“Kita harap ajang BLA ini dapat memotivasi dan melatih keberanian para remaja, sehingga memunculkan bibit bibit atlet nasional Pesilat Indonesia,” tutupnya. Mal