Mengenal Pembiyaan Property Syariah dan Konvensional

- Penulis

Senin, 16 Januari 2023 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROYEK pembangunan property dilakukan beberapa tahapan. Diantaranya Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.

Perencanaan (Planning) adalah tahapan awal dimana sebuah proyek pembangunan properti dilaksanakan.

Pada tahap ini, analisa dan perhitungan harus teliti dan cermat sehingga tingkat kesalahannya harus seminimal mungkin termasuk nilai- nilai yang sering berubah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misalkan harga bahan bangunan, ongkos pekerja dan biaya tak terduga lainnya.

Komponen pembangunan property harus benar diperhitungkan semaksimal mungkin, karena pada tahapan ini akan menentukan langkah selanjutnya.

Sumber modal suatu proyek konstruksi memegang peran penting selain dari rencana penjadwalan biaya dan waktu cash flow.

Hal tersebut disebabkan karena adanya dampak dari sumber modal, salah satunya jika sumber modalnya dari pinjaman yang berbunga atau bagi hasil, sehingga pengembalian pinjaman juga harus diperhatikan.

Modal awal suatu proyek properti merupakan hal yang fundamental dalam membangun bisnis property.

Salah satu cara untuk mendapatkan modal untuk membiayai proyek adalah dengan mengajukan pendanaan ke bank.

Dalam system konvensional, modalnya adalah 80 persen nilai proyek di peroleh dari Bank dengan nama Kredit Yasa Griya (KYG).

Produk dari Bank Tabungan Negara (BTN) ini atau Kredit Kontruksi, Kredit Modal Kerja, Kredit Multi Guna dan lain-lain, sehingga sisanya bisa dari perusahaan atau developer.

Pendanaan bisa diajukan oleh developer untuk membiayai pembangunan proyek dan atau bantuan pembiayaan untuk konsumen.

Pembiayaan untuk developr atau KYG. Ini khusus atau Kredit Kontruksi, Kredit Modal Kerja, Kredit Multi Guna dan lain-lain.

Selanjutnya, pembiayaan untuk konsumen tenar dengan nama Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pinjaman modal melalui bank ini tentunya lebih mudah dalam perhitungan cashflow karena pendanaan telah ada terlebih dahulu sehingga perencanaan keuangan proyek akan mudah di alokasikan pada pos – pos yang telah ditentukan di awal.

Salah satu contoh perumahan dengan pendanaan dari perbankan konvensional adalah PT. Isa Hira Jarisu yang berkantor Pusat di Ruko plaza Station E16, Desa Kertajaya kec padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Salah satu property berbasis syariah, Royal Orchid Cimahi. PJ-instagram

Developer property syariah permodalan bukan dari perbankan malainkan melalui system syirkah yaitu sebuah system kerja sama permodalan dalam islam.

Definisi mudharabah, yaitu suatu perjanjian usaha di antara shahibul maal dan mudharib, dimana pihak pemilik modal (shahibul maal) menyediakan seluruh dana yang diperlukan dan pihak pengelola (mudharib) melakukan pengelolaan atas usaha.

Secara etimologis, mudharabah berasal dari akronim, yaitu ‘Ad-dhorbu fi’l ardhi’ bermakna berpergian untuk berdagang.

Dalam bahasa Arab, mudharabah berasal dari kata “dhoroba” yang berarti memukul atau berjalan.

Mudharabah termasuk dalam kategori syirkah, yaitu kerjasama dengan cara sistem bagi hasil.

Sinonim kata dhoroba adalah qiradh berasal dari kata al-Qardhu atau potongan, pemilik memotong sebagian dari hartanya untuk diperdagangkan serta memperoleh sebagian keuntungannya.

Hasil dari usaha bersama ini dibagi sesuai kesepakatan pada waktu akad akan ditandatangani yang dituangkan dalam bentuk nisbah.

Apabila terjadi kerugian, bukan penyelewengan ataupun keluar dari kesepakatan, maka pihak pemilik modal akan menanggung kerugian manajerial skill, waktu dan kehilangan nisbah keuntungan bagi hasil yang akan diperoleh.

Keabsahan dari transaksi al- mudharabah didasarkan pada dari nash al–Qur’an dan Sunnah .

Salah satu contoh developer property syariah adalah perumahan Royal Orchid Syariah Cimahi Jawa Barat, dimana permodalannya berdasarkan system syrkah mudharabah.

 

*Dari berbagai sumber

Wallahualam

Komentari

Berita Terkait

Pangdam III/Slw Sebut Dunia Usaha Berkontribusi Ciptakan Stabilitas Nasional
Fokus Keselamatan Penumpang, Manajemen Daop 2 Periksa Lintas Wilayah
Ga Perlu Khawatir, Pakan & Gaji Pekerja Kebon Binatang Bandung Aman
Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan
Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026
Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata
Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis
Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:59 WIB

Pangdam III/Slw Sebut Dunia Usaha Berkontribusi Ciptakan Stabilitas Nasional

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:52 WIB

Fokus Keselamatan Penumpang, Manajemen Daop 2 Periksa Lintas Wilayah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ga Perlu Khawatir, Pakan & Gaji Pekerja Kebon Binatang Bandung Aman

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Berita Terbaru

Selama seminggu sejak beroperasi, tercatat 6000 lebih pelanggan menggunakan layanan KA Sangkuriang. PJ/Dok

FEATURED

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Belum cairnya anggaran Porprov 2026, membuat beberapa atlet di Jabar hengkang. PJ/Dok

FEATURED

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB