Mewujudkan Transportasi Aman dan Nyaman Demi Keselamatan Nyawa Manusia

- Penulis

Sabtu, 14 Mei 2022 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRANSPORTASI menjadi bagian terpenting dalam sebuah negara, guna memudahkan segala aktivitas rakyat dari tempat yang satu ke tempat yang lain.

Terlebih dimomen lebaran, transportasi menjadi bagian yang sangat dibutuhkan untuk aktivitas mudik. Mulai dari transportasi darat, laut dan udara.

Hanya saja sangat disayangkan, dibalik antusias rakyat untuk pulang ke kampung halaman demi bertemu dan berkumpul dengan handai taulan, harus ditebus dengan tiket yang mahal bahkan naik dua kali lipat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, aspek pendukung transportasi lainnya seperti tarif tol dan bahan bakar minyak pun mengalami kenaikan dan tentu ini menambah derita rakyat.

Mau tidak mau rakyat pun tidak bisa menolak karena ingin bertemu dengan keluarga.

Namun masyarakat merasakan, kenaikan harga dimomen tersebut tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima.

Seperti kemacetan dan kecelakaan mudik, hal tersebut selalu terulang setiap tahunnya.

Tahun ini jalur Cianjur Bandung macet parah. Antrean kendaraan mengular hingga 15 km ditambah banyaknya kecelakaan.

Dinkes Jabar mencatat ada 244 kecelakaan di jalur mudik. (Liputan6. Com 02/10/22)

Kemacetan merupakan salah satu faktor yang menjadi alasan, banyaknya rakyat beralih ke kendaraan pribadi dibandingkan menggunakan kendaraan publik.

Alasan rakyat antara lain kenyamanan, berbagai upaya untuk mengurangi kemacetan pun dilakukan oleh pemerintah dengan memberlakukan one way dan lainnya.

Menyoal masalah kecelakaan, kita sudah memahami bahwa itu sesuatu diluar kuasa manusia. A

sudah menjadi kehendakNya namun ada ranah yang bisa diupayakan oleh manusia seperti bagaimana pelayanan transportasi publiknya, kondisi jalan, tempat istirahat dan sebagainya.

Jika melihat fakta yang ada menunjukkan bahwa sistem saat ini yaitu kapitalisme belum mampu mengatasi kemacetan di tengah gembar gembor pembangunan infrastruktur hingga tak ada keamanan untuk jiwa.

Menaikkan segala harga disaat momen besar rakyat akhirnya memberikan kesan mengambil keuntungan dari momen tersebut.

Sedangkan untuk mengatasi kemacetan rakyat bisa beralih dengan transportasi publik dengan kondisi kendaraan yang nyaman, aman dan tentu dengan harga yang terjangkau bahkan bisa gratis.

Selain itu, kondisi jalan pun akan jadi perhatian tidak akan kita temui jalan-jalan berlubang yang dapat memicu kecelakaan.

Berbicara fasilitas bisa kita lihat sejarah dalam Islam. Sistem Islam adalah aturan yang langsung dari Sang Pencipta, tidak hanya ibadah namun aturan kehidupan pun tertulis lengkap dan sempurna.

Dimasa kepemimpinan Umar Bin Khatab pernah berujar,“Seandainya, ada seekor keledai terperosok di Kota Bagdad karena jalan rusak, aku khawatir Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban diriku di akhirat nanti.”

Itu membuktikan, betapa seorang pemimpin bertanggungjawab penuh terhadap semua urusan rakyatnya termasuk fasilitas dan keselamatan rakyat bahkan hewan sekalipun.

Seperti yang disampaikan Rasulullah yang artinya :

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang menjadi tanggungjawab aparat terkait termasuk seorang pemimpin jika kematiannya diakibatkan dari kelalain. Wallahua’lam

Komentari

Berita Terkait

Penyesuaian Rute KA 398, Penumpang Commuter Line Baraya Melonjak
PGSI Jabar Gelar Open Bandung Utama & KU
Tak Hanya Bergengsi, Erwin Sebut ITN Open Jadi Evaluasi Latihan
R. Darwin Kembali Nakhodai Pengprov PSAWI Jabar
Ratusan Mahasiswa Ikuti Pendidikan Bela Negara Korps Mahawarman
Porlasi Jabar Pantau Kesiapan Porprov Tuan Rumah Bekasi
Bekangdam Siapkan Fasilitas Darurat di Lokasi Bencana
Layanan XL Ultra 5G+ Hadir di 33 Kota Ini

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 15:41 WIB

Penyesuaian Rute KA 398, Penumpang Commuter Line Baraya Melonjak

Senin, 2 Februari 2026 - 14:27 WIB

PGSI Jabar Gelar Open Bandung Utama & KU

Senin, 2 Februari 2026 - 14:06 WIB

Tak Hanya Bergengsi, Erwin Sebut ITN Open Jadi Evaluasi Latihan

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:03 WIB

R. Darwin Kembali Nakhodai Pengprov PSAWI Jabar

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:49 WIB

Ratusan Mahasiswa Ikuti Pendidikan Bela Negara Korps Mahawarman

Berita Terbaru

H. Yoko bersama salah satu atletnya. PJ/Joel

FEATURED

PGSI Jabar Gelar Open Bandung Utama & KU

Senin, 2 Feb 2026 - 14:27 WIB

Ir.R Darwin Suratman, MAP. AIFO (baju batik) terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum Pengprov PSAWI Jabar periode 2026-2030. PJ/Joel

FEATURED

R. Darwin Kembali Nakhodai Pengprov PSAWI Jabar

Minggu, 1 Feb 2026 - 13:03 WIB