PAMEKASAN, PelitaJabar — Perbedaan harus menjadi kekuatan, karena dengan perbedaan bisa saling mengisi dan melengkapi. Para pendiri bangsa menetapkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan, walau berbeda-beda tetapi tetap satu.
“Harus disadari bersama, bangsa Indonesia sangat beraneka ragam, karena memiliki ratusan suku, ribuan bahasa daerah, budaya, adat istiadat dan agama”, jelas Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat bersilaturahmi dengan ratusan Alim Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, bertempat di Aula Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (1/4).
Menurut jenderal bintang empat ini, pengembangan sumber daya manusia dan pengolahan sumber daya alam yang maksimal hanya dapat dilakukan bila semuanya bersatu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perbedaan adalah rahmat, perbedaan adalah keindahan sebagaimana warna pelangi, karena dengan perbedaan bisa saling belajar satu sama lain,” tambahnya.
Menurutnya, saat ini kita berada dalam masa-masa yang cukup memprihatinkan. Ketika toleransi menjadi menurun, kerukunan menjadi berkurang, dan persatuan kesatuan menjadi terancam.
“Hal ini kadang-kadang dipicu oleh hal-hal yang sepele, seperti perbedaan pilihan politik, permasalahan tutur kata, permasalahan kehidupan rumah tangga, dan lain-lain”, ujarnya.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) bagian dari rakyat, karena TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, dan untuk kepentingan rakyat.
“Kekuatan yang sangat dahsyat tersebut terbukti telah mampu mengusir penjajah dengan persenjataan yang jauh lebih baik”, pungkasnya. Mal