Pentingnya Total Quality Management di Masa Pandemi

- Penulis

Jumat, 20 Agustus 2021 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAK hanya kesehatan, sejak wabah Pandemi COVID-19 melanda dunia, termasuk di Indonesia, berbagai sektor bisnis dan hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) turut terdampak. Akibatnya, banyak perusahaan mulai dari yang kecil hingga besar, menutup usahanya.

Karena itu, untuk menjaga Perusahaan tetap survive terutama dalam situasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), mau tidak mau dituntut untuk meningkatkan kualitas produk/layanan.

Disamping itu, suatu organisasi atau usaha, harus mengedepankan improvement, agar harga jual kompetitif dan tentunya lebih efisien.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengelolaan kualitas tentunya menjadi hal yang penting. Salah satunya dengan menggunakan metode Total Quality Management (TQM).

Dengan TQM, kualitas produk akan terus terjaga, sehingga meningkatkan keunggulan kompetitif  dan akhirnya berdampak pada penjualan produk.

Inovasi yang tinggi akan turut menaikkan kapabilitas perusahaan menciptakan produk yang berkualitas.

Dengan terus menjaga dan meningkatkan kualitas produk dengan harga yang tetap bersaing dan dukungan layanan pelanggan diharapkan dapat memperbesar peluang meningkatnya penjualan.

Tak hanya itu, dengan TQM, Profitabilitas perusahaan pun meningkat sehingga dapat mengembangkan bisnis dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Menurut ISO 8402 (Quality Vocabulary), Pengelolaan Kualitas ialah semua kegiatan dari keseluruhan fungsi manajemen yang menentukan kebijakan kualitas, tujuan-tujuan dan tanggung jawab, serta menerapkannya melalui perencanaan kualitas (quality planning), peningkatan kualitas (quality improvement), pengendalian kualitas (quality control), dan jaminan kualitas (quality assurance).

1. Perencanaan Kualitas (Quality Planning)

Perencanaan kualitas merupakan komponen utama yang harus dijalankan agar komponen lain dapat terlaksana dengan optimal. Komponen ini berkaitan dengan proses pembuatan standar kualitas dan cara mencapainya. Tanpa perencanaan kualitas maka tidak akan ada tolok ukur yang jelas. Hal ini menjadikan kualitas yang dihasilkan tidaklah sama.

2. Peningkatan Kualitas (Quality Improvement)

Peningkatan kualitas ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk atau jasa yang sedang diproduksi oleh perusahaan.

Pada umumnya, peningkatan kualitas ini berfokus pada proses produksi dan dijalankan saat proses produksi berjalan.  Hal ini dilakukan agar proses produksi menjadi lebih optimal dan produk yang dihasilkan dapat dipercaya kualitasnya.

3. Pengawasan Kualitas (Quality Control)

Komponen ketiga ini merupakan pengawasan proses guna menjaga kualitas produksi, agar sesuai dengan standar yang ditetapkan di awal.  Berbeda dengan Peningkatan Kualitas, Pengawasan Kualitas lebih berfokus ke pengawasan proses produksi dan produk yang dihasilkan.

4. Jaminan Kualitas (Quality Assurance)

Jaminan kualitas merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memastikan bahwa produk atau jasa sudah memenuhi standar yang ditentukan. Komponen ini dapat membuat produksi lebih efisien baik dari segi waktu, tenaga, dan biaya.

Komponen Pengelolaan Kualitas (Digambar dari definisi Pengelolaan Kualitas)

Dengan pengelolaan kualitas, perusahaan dapat menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki lebih efektif dan efisien.

Tak hanya itu, Pengelolaan Kualitas, memberi banyak keuntungan jika diimplementasikan dan dijalankan dengan konsisten.

Salah satunya sebagai competitive advantage dalam menghadapi persaingan dan kepuasan pelanggan.

*Dari berbagai sumber.

Komentari

Berita Terkait

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar
Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:51 WIB

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 17:20 WIB

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

FEATURED

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:20 WIB