Permudah Akses Kesehatan Masyarakat, ILP Hadir di 40 Puskesmas

- Penulis

Minggu, 17 November 2024 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Guna mempermudah akses masyarakat mendapatkan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan meluncurkan program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jalan Supratman No. 73, Minggu, 17 November 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan, ILP adalah bagian dari transformasi sistem kesehatan untuk memberikan pelayanan yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

“Kesehatan adalah hak seluruh warga Kota Bandung. Melalui program ini, puskesmas tidak hanya menjadi tempat untuk berobat, tetapi juga pusat pencegahan dan promosi kesehatan,” ujar Anhar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ILP di Kota Bandung mencakup 3 fokus utama, peningkatan pola kerja layanan kesehatan primer dengan pendekatan siklus hidup, bukan hanya penanganan penyakit.

Lalu penguatan struktur pelayanan kesehatan, dari tingkat kelurahan hingga RT/RW.

Terakhir pemantauan Wilayah Setempat (PWS) untuk meningkatkan pemantauan kesehatan berbasis wilayah.

Saat ini, sebanyak 40 dari 80 puskesmas di Kota Bandung telah mengimplementasikan ILP, sisanya menyusul pada tahun 2025.

Ketua Tim Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer Direktorat Tata Kelola Kesehatan Masyarakat, Rima Damayanti menjelaskan, program ini adalah bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional untuk mendorong masyarakat lebih peduli pada kesehatan sebelum jatuh sakit.

“Puskesmas harus menjadi pusat kesehatan yang proaktif. Warga sehat pun diharapkan datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan mendapatkan edukasi,” beber Rima.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, menegaskan, pentingnya pendekatan lintas sektor dalam keberhasilan ILP.

Dia juga menyoroti perlunya perbaikan pengelolaan limbah domestik sebagai upaya mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Integrasi ini tidak hanya terjadi di fasilitas kesehatan, tetapi juga melibatkan sektor lain seperti pengelolaan limbah domestik. Hal ini sangat penting untuk mencegah dampak buruk terhadap kesehatan,” pungkasnya. ***

Komentari

Berita Terkait

PosIND Lepas Ratusan Pemudik ke Berbagai Kota
Akhirnya Masjid Al Ikhlash Sadang Serang Berdiri Megah
Bandung Kulon Kecamatan Terbanyak Tempat Shalat Idulfitri
Pembangunan Eiger Camp Sesuai Prosedur
Wow Pengecer Produk XL Axiata Mudik Gratis Naik Alphard
Ada Kesehatan Tradisional & Akupuntur di Posko PSC 119
Erwin Minta KPSM Edukasi Masyarakat Tentang Sampah
SEI & DEFEND ID Berangkatkan Ribuan Pemudik

Berita Terkait

Minggu, 30 Maret 2025 - 17:23 WIB

PosIND Lepas Ratusan Pemudik ke Berbagai Kota

Minggu, 30 Maret 2025 - 17:13 WIB

Akhirnya Masjid Al Ikhlash Sadang Serang Berdiri Megah

Minggu, 30 Maret 2025 - 16:54 WIB

Bandung Kulon Kecamatan Terbanyak Tempat Shalat Idulfitri

Jumat, 28 Maret 2025 - 20:00 WIB

Pembangunan Eiger Camp Sesuai Prosedur

Jumat, 28 Maret 2025 - 17:08 WIB

Wow Pengecer Produk XL Axiata Mudik Gratis Naik Alphard

Berita Terbaru

FEATURED

PosIND Lepas Ratusan Pemudik ke Berbagai Kota

Minggu, 30 Mar 2025 - 17:23 WIB

FEATURED

Akhirnya Masjid Al Ikhlash Sadang Serang Berdiri Megah

Minggu, 30 Mar 2025 - 17:13 WIB

FEATURED

Bandung Kulon Kecamatan Terbanyak Tempat Shalat Idulfitri

Minggu, 30 Mar 2025 - 16:54 WIB

FEATURED

Pembangunan Eiger Camp Sesuai Prosedur

Jumat, 28 Mar 2025 - 20:00 WIB

FEATURED

Wow Pengecer Produk XL Axiata Mudik Gratis Naik Alphard

Jumat, 28 Mar 2025 - 17:08 WIB