PKK Kota Bandung Gelar Seminar Ketahanan Keluarga

- Penulis

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, PelitaJabar — Sebagai upaya meningkatkan ketahanan keluarga, Tim Penggerak PKK Kota Bandung mengadakan seminar ketahanan keluarga dengan tema Menyelamatkan Benteng Peradaban Melalui Keluarga di Gedung Binangkit, Jalan Sukabumi Dalam, Kota Bandung, Rabu (16/10/2019).

Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded dan Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Euis Sunarti. Euis dikenal sebagai dosen yang konsen dalam bidang ketahanan dan pemberdayaan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Siti Muntamah menjelaskan mengenai perempuan dan ketahanan keluarga. Baginya, Perempuan memiliki banyak tugas yang berperan penting dalam menjaga ketahanan keluarga dan menciptakan generasi yang berkualitas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perempuan memiliki banyak peran dalam membentuk sebuah karakter. Banyak manusia hebat lahir dari rahim yang hebat pula,” ujar Umi panggilan akrabnya.

Menurutnya, dalam membentuk ketahanan keluarga yang berkualitas harus dibarengi dengan iman dan pengetahuan ilmu yang memadai. Sehingga keturunnya akan menjadi manusia yang pintar dan berakhlak baik.

“Banyak cara dalam membentuk ketahanan keluarga. Seperti kehangatan dalam menciptakan kebahagiaan keluarga. Melalui sentuhan kasih sayang ibu yang sholehah akan melahirkan keturunan yang hebat dan berakhlak baik. Oleh karenanya, kita harus terus belajar dan banyak membaca,” katanya.

Sementara itu, menurut Euis Sinarti, salah satu yang aulit dibendung yaitu penurunan moral khususnya bagi para generasi muda yang masih labil dalam mengambil sikap. Tetapi, di sinilah peran orang tua sangat vital dalam mengontrol pola anak.

“Tidak bisa dipungkiri, dengan berkembanganya zaman banyak orang yang menggunakannya dengan negatif. Sehingga ini menjadi salah satu faktor menurunnya moal generasi muda. Tetapi, orang tua harus bisa mengontrol semua itu, sedikitnya untuk menekan hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Euis.

Selain itu, keluarga harus menjadi wadah penyaring informasi sehingga informasi yang tidak benar dapat dibatasi. Melalui arahan keluarga, tingkah laku anak di luar rumah harus lebih bisa mengatur batas-batasan yang harus dihindari.

“Melihat banyak kasus belakangan ini, banyak anak yang memposting perkataan maupun konten yang tidak patut di media sosial. Keluarga harus bisa manjadi penyaring informasi dan memberikan arahan mengenai segala batasan yang harus dihindari,” ujarnya.

Euis berharap, melalui seminar ini, ibu PKK Kota Bandung dapat lebih peka dan peduli dengan ketahanan keluarganya. Dengan lebih intens berkomunikasi dengan suami maupun anak-anaknya. Sehingga, segala pengaruh negatif dari luar dapat diminimalisir.

Sementara pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana kembali mengajak kepada orang tua untuk selalu berkomunikasi dengan anak-anaknya. Ia yakin, komunikasi modal utama dalam ketahanan keluarga.

“Ketahanan keluarga sebagai unit dasar yang berperan penting dalam menghasilkan SDM berkualitas. Sehingga mampu menepis masalah sosial yang terjadi seperti sosial, ekonomi bahkan budaya,” katanya.

Yana menegaskan, setiap keluarga dituntut untuk memelihara bahkan meningkatkan ketahanannya antara fisik maupun kemampuan ekonomi. Seperti kebutuhan dasar pangan, Pendidikan dan Kesehatan serta religius.

“Komitmen dan komunikasi menjadi hal penting. Maka harus efektif dalam berkomunikasi di lingkungan keluarga,” tuturnya.

Di samping itu, Yana menyarankan agar psikologis setiap keluarga harus baik. Ketahanan psikologi sebagai garda utama untuk mengelola emosi agar menghasilkan konsep diri yang positif.

“Ini masuk dalam kebutuhan kita. Maka setiap keluarga harus terkendali mulai fisik bahkan psikologisnya,” ujar Yana.

Terkait dengan perkembangan zaman, Yana berpesan agar orang tua mampu mengawasi penggunaan media sosial anak-anaknya.

“Ini harus menjadi perhatian lebih. Peran orang tua harus ada dalam pengawasan anak-anaknya ketika beraktivitas menggunakan medsos,” tegasnya. (*)

Komentari

Berita Terkait

RoaMax Haji Telkomsel, Kuota Melimpah Ibadah pun Makin Tenang
Kinerja Solid, Perseroan Bagikan Dividen Rp 900 miliar
Dubes Australia Resmikan AussieBanget Corner di Telkom University
Pangdam III/Slw Persilahkan Menwa Mahawarman Gelar Pasukan di Lapangan Serka Dedi Unadi
Kaimudin Gantikan Lukman Sebagai Caretaker PSTI Jabar
Triwulan I Daop 2 Catat Puluhan KA Tertemper, Ingatkan Tertib di Perlintasan Sebidang
Dana Hibah Tak Kunjung Cair, Cabor Gelisah
Jelang Porprov, Ribuan Atlet Kota Bandung Ikuti Tes Fisik

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:36 WIB

RoaMax Haji Telkomsel, Kuota Melimpah Ibadah pun Makin Tenang

Kamis, 30 April 2026 - 16:12 WIB

Kinerja Solid, Perseroan Bagikan Dividen Rp 900 miliar

Kamis, 30 April 2026 - 15:57 WIB

Dubes Australia Resmikan AussieBanget Corner di Telkom University

Kamis, 30 April 2026 - 10:28 WIB

Pangdam III/Slw Persilahkan Menwa Mahawarman Gelar Pasukan di Lapangan Serka Dedi Unadi

Kamis, 30 April 2026 - 09:07 WIB

Kaimudin Gantikan Lukman Sebagai Caretaker PSTI Jabar

Berita Terbaru

Telkomsel menghadirkan paket komunikasi RoaMax Haji dengan kuota besar. PJ/Dok

FEATURED

RoaMax Haji Telkomsel, Kuota Melimpah Ibadah pun Makin Tenang

Kamis, 30 Apr 2026 - 19:36 WIB

Suasana RUPST bank bjb 2026 di Gedung Pakuan Bandung. PJ/Dok

EKONOMI

Kinerja Solid, Perseroan Bagikan Dividen Rp 900 miliar

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:12 WIB

Salah satu Balon Ketua Umum Pengprov PSTI Jabar Asep Purwantoro yang diterima Persyaratannya  oleh Caretaker Lukman Husain ketika itu. PJ/Joel

FEATURED

Kaimudin Gantikan Lukman Sebagai Caretaker PSTI Jabar

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:07 WIB