Garis Kemiskinan Jabar Naik 2,82 Persen

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2020 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Tingkat Kemiskinan Jawa Barat Maret 2020 Sebesar 7,88 persen dan Ketimpangan Pendapatan Sebesar 0,403.

Demikian Kepala Bidang Statistik Sosial Ir. Raden Gandari Adianti saat rilis reami melalui streaming kanal youtube BPS Provinsi Jawa Barat.

Pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Jawa Barat mengalami kenaikan yaitu sekitar 544,3 ribu jiwa, dari 3,38 juta jiwa (6,82 persen) pada September 2019 menjadi 3,92 juta jiwa (7,88 persen) pada Maret 2020.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Garis Kemiskinan (GK) Jawa Barat mengalami peningkatan sebesar 2,82 persen dari Rp. 399.732,- per kapita per bulan pada September 2019 menjadi Rp. 410.988,- per kapita per bulan.

Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan.

“Secara total peran komoditi makanan GK sebesar 73,43 persen,” katanya melalui streaming, Rabu (15/07/2020).

Pada Maret 2020, lima komoditi makanan penyumbang terbesar GK di daerah perkotaan adalah Beras sebesar 23,64 persen, rokok kretek filter sebesar 12,01 persen, telur ayam ras sebesar 4,93 persen, daging ayam ras sebesar 4,83 persen, serta kopi bubuk dan instan sebesar 3,02 persen.

Sedangkan lima komoditi makanan penyumbang terbesar GK di daerah perdesaan adalah Beras sebesar 29,01 persen, rokok kretek filter sebesar 9,02 persen, telur ayam ras sebesar 4,67 persen, daging ayam ras sebesar 3,89 persen serta kopi bubuk dan kopi instan sebesar 3,21 persen. Komoditi bukan makanan yang memberi sumbangan terbesar terhadap GK di daerah perkotaan adalah perumahan yaitu sebesar 9,31 persen, bensin yaitu sebesar 3,44 persen, listrik yaitu sebesar 2,95 persen, pendidikan yaitu sebesar 1,81 persen dan perlengkapan mandi yaitu sebesar 1,22 persen.

Sedangkan lima komoditi bukan makanan penyumbang terbesar GK di daerah perdesaan secara berturut-turut adalah perumahan sebesar 9,00 persen, bensin sebesar 2,88 persen, listrik sebesar 1,95 persen, perlengkapan mandi sebesar 1,06 persen dan pendidikan sebesar 1,05 persen.

Angka ini naik jika dibanding keadaan September 2020 yang sebesar 73.23 persen. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan kecenderungan meningkat sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik dari 1,056 menjadi 1,127 atau naik sebesar 0,072 poin. “Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,237 menjadi 0,225 atau turun sebesar 0,012 poin,” ujarnya.

Gandari menjelaskan Nilai Gini Ratio mengalami peningkatan yakni dari 0,398 menjadi 0,403. Jika dilihat berdasarkan wilayah, nilai Gini Ratio di perkotaan maupun perdesaan menunjukkan kecenderungan meningkat.

Gini Ratio di perkotaan naik menjadi 0,412 dari 0,408 pada periode sebelumnya begitu pula di perdesaan mengalami kenaikan dari 0,318 menjadi 0,325. Rida

Berita Terkait

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini
Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang
Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola
Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis
Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang
Pengguna Tak Perlu Pusing, LEPAS Care Hadirkan Perlindungan Hingga 10 Tahun
Perluas Pasar UMKM, Farhan Dorong Daerah Perkuat Kolaborasi
VinFast VF MPV 7 Sabet Favorite Passanger Car MPV di GIIAS Bandung 2026

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:28 WIB

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang

Kamis, 17 September 2026 - 14:32 WIB

Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola

Kamis, 17 September 2026 - 11:12 WIB

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 18:28 WIB

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Berita Terbaru

Warga Kota Bandung diimbau hindari ruas jalan ini karena terdapat ajang lari Pocari Sweat Run 2026 di Bandung.

FEATURED

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:28 WIB

Ratusan jamaah Masjid Agung Bandung, mengirimkan doa untuk para jurnalis. PJ/Dok

FEATURED

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:12 WIB

XLSMART menghadirkan Jaringan 5G SMARFREN di Palembang. PJ/Dok

DAERAH

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:28 WIB