BANDUNG, PelitaJabar – Guna memperluas pasar Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong penguatan kolaborasi. Salah satunya Para pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat dapat memperkenalkan produknya termasuk melalui Galeri Dekranasda Kota Bandung.
“Kita di Kota Bandung mungkin sudah terlalu asyik dengan Kota Bandung-nya, kadang lupa ada sesuatu yang baru di Garut, ada sesuatu yang baru di Tasik, ada sesuatu yang baru di Bogor, mungkin juga tetangga kita di Cimahi. Barangkali ada sesuatu yang baru,” kata Farhan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di pendopo Kota Bandung, Selasa, 15 September 2026.
Karena itu, Farhan mendorong produk-produk binaan Kota Bandung untuk memperluas pasar ke daerah lain di Jawa Barat. Menurutnya, pemasaran produk tidak harus selalu berpusat di Kota Bandung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peluang-peluang tersebut harus menjadi sebuah platform kerja sama dan kolaborasi di antara kita. Platform inilah yang harus dibina lewat komunikasi yang intens,” tutur Farhan.
Ia berharap para pengurus Dekranasda di 27 kabupaten/kota memiliki wadah komunikasi yang aktif, terutama dalam pengembangan produk (product development) dan pengembangan pasar (market development).
“Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sebelum pandemi Covid-19 berada di angka sekitar 7,2 persen, sedangkan saat ini di kisaran 5,76 persen. Kami di Kota Bandung belum pulih. Kami masih berjuang,” ujarnya.
Selain sektor jasa, perdagangan, pendidikan dan ekonomi kreatif yang selama ini menjadi kekuatan Kota Bandung, sektor manufaktur juga perlu kembali diperkuat. Pertumbuhan manufaktur saat ini baru sekitar 0,2 persen.
Salah satu dukungan yang tengah diperkuat adalah akses pembiayaan bagi UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan bank bjb.
Pemkot Bandung sebelumnya telah mempertemukan lebih dari 100 calon penerima KUR dengan komitmen pembiayaan mencapai Rp 10,3 miliar. Hingga saat ini, realisasi pembiayaan tersebut telah mencapai sekitar Rp 2,4 miliar.
“Kita akan dorong terus. Pengembangan ini juga akan menjadi platform kerja sama keuangan, akses modal dan peningkatan kelas para pelaku usaha menjadi pelaku usaha yang bankable,” pungkasnya. ***








