Di Senavok, Kadisdik Katakan Inovasi Tak Bisa Digantikan AI

- Penulis

Rabu, 18 Oktober 2023 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Berinovasi dan berpikir kreatif tidak bisa digantikan oleh kecerdasaan buatan (artificial intelligence/AI). Sehingga, fungsi guru saat ini bukan hanya mengajar keilmuan, tapi menginspirasi dan mendidik karakter siswa.

“Namun, membangun karakter siswa dan soft skill-nya itu diperlukan seumur hidup,” jelas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Wahyu Mijaya pada Seminar Nasional Pendidikan Vokasional (Senavok) di Gedung Achmad Sanusi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Rabu (18/10/2023).

Seminar bertema “Peran Guru Teknik dan Vokasi dalam Menjawab Tantangan Transformasi Digital di Era Merdeka Belajar tersebut, Kadisdik menjelaskan, jika materi pendidikan hanya mengacu pada bahan ajar, bisa jadi ke depannya materi tersebut sudah berganti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihaknya Concern pada pengembangan pendidikan vokasi melalui bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK).

Berbagai program pun telah diluncurkan untuk peningkatan mutu pendidikan SMK di Jabar.

Mulai dari lahirnya 35 SMK BLUD, 305 SMK pusat keunggulan, optimaliasi teaching factory, kelas industri, sekolah pencetak wirausaha, dan EduFest.

“Seperti yang terjadi di kawasan Metropolitan Rebana, ada 17 SMK yang sudah membuka kompetensi baru sesuai kebutuhan di daerah tersebut,” ujarnya.

Kadisdik menambahkan, upaya-upaya yang dilakukan Disdik Jabar bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jabar agar mampu mencapai Indonesia maju pada tahun 2045.

“Ada tiga syarat utama menjadi negara maju, yakni demokrasinya damai dan kondusif, ekonomi tumbuh 5 persen serta SDM yang kompeten,” tuturnya.

Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Kiki Yuliati menuturkan, fokus utama pendidikan vokasi adalah peningkatan kewirausahaan lulusan dan kemitraan dengan dunia kerja.

“Lulusan pendidikan vokasi diharapkan dapat bekerja/berwirausaha dengan pendapatan yang layak sesuai keahlian mereka. Untuk mencapai itu, di sanalah peran kemitraan dan penyelarasan,” ujarnya.

“Teknologi AI bisa dimanfaatkan untuk memajukan proses pendidikan dengan tetap menjaga pengambilan keputusan dan penilaian tetap dilakukan oleh manusia”, pungkasnya.. ***

Berita Terkait

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini
Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang
Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola
Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis
Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang
Pengguna Tak Perlu Pusing, LEPAS Care Hadirkan Perlindungan Hingga 10 Tahun
Perluas Pasar UMKM, Farhan Dorong Daerah Perkuat Kolaborasi
VinFast VF MPV 7 Sabet Favorite Passanger Car MPV di GIIAS Bandung 2026

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:28 WIB

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang

Kamis, 17 September 2026 - 14:32 WIB

Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola

Kamis, 17 September 2026 - 11:12 WIB

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 18:28 WIB

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Berita Terbaru

Warga Kota Bandung diimbau hindari ruas jalan ini karena terdapat ajang lari Pocari Sweat Run 2026 di Bandung.

FEATURED

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:28 WIB

Ratusan jamaah Masjid Agung Bandung, mengirimkan doa untuk para jurnalis. PJ/Dok

FEATURED

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:12 WIB

XLSMART menghadirkan Jaringan 5G SMARFREN di Palembang. PJ/Dok

DAERAH

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:28 WIB