Hapus Zero Bullying Melalui Pendidikan Karakter

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BULLYING : Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Muhamad Syahlevi Erwin Apandi mendukung penuh program Zero Bullying di sekolah. Menurutnya pendidikan karakter harus menjadi bagian penting peghapusan bullying. Cipta/Humpro

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDUNG, PelitaJabar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mendukung Zero Bullying di lingkungan sekolah.

“Tentu saja program ini (Zero Bullying) sangat bagus, di mana anak-anak diajarkan menemukan kesadaran untuk saling menghargai sesama temannya. Apalagi, selain melaksanakan habluminallah, sekarang di sinilah anak-anak kita diajarkan untuk habluminannas-nya untuk saling menghargai satu sama lain sejak kecil,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Muhamad Syahlevi Erwin Apandi, saat Deklarasi Bandung Menuju Zero Bullying dan Penandatanganan Komitmen Bersama di SDN 113 Banjarsari, Rabu, 29 Oktober 2025.

Upaya tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter bagi anak-anak.

“Saya harapkan program ini terus bisa diterapkan setiap tahunnya, mungkin dengan penyempurnaan agar semakin efektif dan menyeluruh,” ucapnya.

Banyaknya laporan masyarakat terkait kasus perundungan, dibutuhkan sinergi antar instansi agar penanganan kasus bullying lebih optimal.

“Memang masih banyak keluhan dari masyarakat terkait bullying ini. Maka saya harapkan ada kolaborasi antardinas, dari Disdik (Dinas Pendidikan) dan juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), agar program ini bisa berjalan lebih baik ke depan,” tuturnya.

Dari sisi regulasi, perlindungan terhadap anak di Kota Bandung sebenarnya sudah memiliki payung hukum melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Aturannya sudah ada dan sudah kuat, tapi kasus seperti ini masih terjadi. Namanya juga anak-anak, mereka masih labil, jadi harus terus diingatkan. Pengingat terbaik tentu saja adalah orang tua, karena mereka yang paling dekat dengan anak,” ucapnya.

Meskipun jika yatim piatu, pihaknya berharap keluarganya yang lain bisa ikut mengingatkan, agar anak menghargai dan menghormati satu sama lain.

“Sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam membangun generasi yang berkarakter dan berempati saat ini dan di masa depan,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12
Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB