Turun ke Desa Nagrak, Wihaji Sebut Mungkin Orang Tahu, Tapi Kalau Rasa Beda

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Wihaji dan Kaper BKKBN Jabar Dadi Roswandi gotong royong bedah rumah di Desa Nagrak Kabupaten Bogor, Selasa (1/12/2025). PJ/Dok

Menteri Wihaji dan Kaper BKKBN Jabar Dadi Roswandi gotong royong bedah rumah di Desa Nagrak Kabupaten Bogor, Selasa (1/12/2025). PJ/Dok

BOGOR, PelitaJabar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Dr. H. Wihaji turun langsung di Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor gotong royong bedah rumah dan intervensi gizi bagi keluarga berisiko stunting (KRS).

“Nanti saya minta kerja bakti bareng-bareng biar tahu suasana. Ini tidak hanya perlu kita ketahui, tetapi perlu kita rasakan. Kalau tahu mungkin orang tahu, tapi kalau rasa beda,” bebernya disela Rapat Koordinasi Akhir Tahun Pimpinan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Tahun 2025 di Novotel Bogor, Selasa 2 Desember 2025.

Ia ditemani Wakil Menteri Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, ibu-ibu PKK, dan warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita bantu-bantu semampu kita, ada yang saya minta untuk masak, ikut bantu ngaduk, pak wabup dan bu wamen tadi jadi tukang bersama-sama, terima kasih untuk support kita,” tambahnya.

Menurutnya, jumlah keluarga berisiko stunting di Indonesia masih sangat besar.

“Untuk KRS di Indonesia banyak, ada 8,6 juta. Salah satunya di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi bagian dari prioritas karena jumlah penduduknya paling banyak,” jelasnya.

Dikatakan, penanganan stunting menjadi prioritas nasional.

“Stunting itu program prioritas bapak presiden, kemarin sudah saya laporkan ke bapak presiden, ada program prioritas bapak presiden berkenaan dengan penanganan stunting khusus MBG, yaitu makan bergizi gratis khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” bebernya.

Program MBG akan diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Di Indonesia untuk stunting 19,8, di sini sudah 18, artinya sudah di bawah rata-rata Indonesia. Target tahun ini 18 sampai 2029 itu 14, doakan saja,” ucapnya.

Sementara, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengapresiasi atas sinergi tersebut.

“Atas nama masyarakat kabupaten Bogor mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pak menteri, bu wamen dan program ini sinergi dengan program yang ada di kabupaten Bogor, karena ada beberapa bedah rumah juga yang kita laksanakan di 2025 perubahan dan di 2026,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang
Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola
Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis
Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang
Pengguna Tak Perlu Pusing, LEPAS Care Hadirkan Perlindungan Hingga 10 Tahun
Perluas Pasar UMKM, Farhan Dorong Daerah Perkuat Kolaborasi
VinFast VF MPV 7 Sabet Favorite Passanger Car MPV di GIIAS Bandung 2026
Bagaimana Smartwatch dan AI Bantu Kondisi Tubuh, Simak Ulasan Berikut

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang

Kamis, 17 September 2026 - 14:32 WIB

Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola

Kamis, 17 September 2026 - 11:12 WIB

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 18:28 WIB

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Rabu, 16 September 2026 - 17:41 WIB

Pengguna Tak Perlu Pusing, LEPAS Care Hadirkan Perlindungan Hingga 10 Tahun

Berita Terbaru

Ratusan jamaah Masjid Agung Bandung, mengirimkan doa untuk para jurnalis. PJ/Dok

FEATURED

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:12 WIB

XLSMART menghadirkan Jaringan 5G SMARFREN di Palembang. PJ/Dok

DAERAH

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:28 WIB