Turunkan Stunting, Kemendukbangga Bedah Rumah di Sukabumi

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Wihaji memberikan keterangan terkait bedah rumah di Sukabumi. PJ/Dok

Menteri Wihaji memberikan keterangan terkait bedah rumah di Sukabumi. PJ/Dok

SUKABUMI, PelitaJabar – Berbagai upaya terus dilakukan guna menurunkan stunting. Terbaru, Kemendukbangga/BKKBN melakukan bedah rumah, perbaikan sanitasi, serta bantuan nutrisi bagi keluarga risiko stunting (KRS).

Melalui Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), menyasar keluarga yang telah terverifikasi masuk kategori KRS.

“Yang paling penting adalah menyelamatkan generasi berikutnya. Anak-anak ini harus kita jaga agar ke depan kehidupannya jauh lebih baik. Karena itu, pemerintah wajib hadir,” beber Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji bersama rombongan mitra kerja seperti Lasizmu, Rotari Indonesia, KitaBisa saat kunjungannya ke Sukabumi, Senin 12 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui Program Genting, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi melakukan intervensi menyeluruh.

“Dua rumah keluarga KRS akan direnovasi melalui program rumah tidak layak huni, dilengkapi pembangunan MCK, penyediaan air bersih, serta bantuan asupan gizi yang diberikan selama enam bulan dan tetap dalam pengawasan Tim Pendamping Keluarga (TPK),” tambahnya.

Salah satu keluarga yang mendapat perhatian khusus adalah keluarga Alm. Raya, memastikan rumah tersebut kini telah memiliki hunian layak, sanitasi memadai, serta akses air bersih. Seluruh fasilitas dasar telah diperbaiki dan bisa digunakan oleh keluarganya.

Apalagi saat ini Ibunda Alm. Raya sudah melahirkan adik Raya pada 4 Januari 2026 yang lalu yang diberi nama Raina Raya Nurrizky.

“Anak ini amanah Allah, mesti kita jaga, mulai dari penuhi kebutuhan ASI eksklusif-nya, jangan dikasih makanan pendamping yang lain dulu sampai 6 bulan dan ibunya juga ikut ber-KB jangka panjang agar pengasuhan anaknya bisa optimal,” pesan Wihaji.

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ditegaskan sebagai fase paling menentukan. Jika fase ini dapat dijaga dengan baik, risiko stunting dapat dicegah secara optimal. Sebaliknya, jika anak sudah mengalami stunting, peluang pemulihan hanya sekitar 20 persen.

“Anak-anak ini memiliki hak untuk tumbuh sehat dan menjadi generasi penerus bangsa. Menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan satu generasi,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi
Elizabeth Kenalkan “Bloom Benneat The Surface” di JFW 2027

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB