BANDUNG, PelitaJabar – Tidak ada genetik untuk kalah. Sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Soft Tenis Indonesia (PESTI) Jawa Barat dirinya hadir dengan pondasi kaki yang kokoh untuk mengembangkan olahraga tersebut.
“Untuk hadirnya Pengcab yang baru, kami akan melakukan ekspansi mencari bibit yang berbakat. Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ini adalah candradimuka mencari atlet berjiwa petarung yang hebat untuk PON mendatang,” kata Ketua Umum Pengprov PESTI Jawa Barat Andy Karyadi Ruskana Garna saat pembukaan Kejurprov Soft Tenis Selasa 10 Februari 2026 di Goat Arena Lapangan Tenis Indoor Siliwangi, Bandung.
Pihaknya mendukung KONI Jabar untuk menjadi juara umum lagi setelah “Hattrick”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi tunjukkan kepada kami prestasi terbaikmu kepada kami dan dunia. Tunjukan kalian layak memakai costum Jawa Barat,” harap Andy.
Dia mengingatkan wasit agar tidak berpihak.
“Berpihak boleh tapi kepada yang kualitas,” ucapnya.
Andy juga merasa bersyukur memiliki tim yang hebat. Hanya dua bulan setelah dilantik pada 12 Desember tahun lalu, langsung tancap gas gelar Kejurprov.
“Saya dibantu pengurus yang hebat-hebat yang punya misi dan visi sejalan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah dukungan sponsor,” kata Andy.
Mewakili Ketua, Sekretaris Umum KONI Jabar Gianto Hartono, SE mengapresiasi kepada pimpinan Cabor Soft Tenis.
“Dengan berbagai persoalan yang ada dilingkup Nasional dan Jawa Barat, hari ini dengan kekuatan dan kemandirian PESTI bersama sponsorship, kejuaraan bisa terlaksana. Harapan kami, pengorbanan pak Andy tolong para atlet, wasit, hakim dan pengurus berikan prestasi terbaik. Jangan dicederai dan jangan kecewakan beliau,” pesan Gianto.

Ketua Bidang Organisasi PB. PESTI Bambang Haryono menyebutkan ada semangat Bandung Lautan Api dan “Maung siliwangi” dalam diri Ketua Umum Pengprov PESTI Jabar.
“Kami PB PESTI menaruh harapan besar pada PESTI Jabar terkhusus ketuanya yang menghibahkan dirinya mengembangkan dan meningkatkan prestasi Pesti Jabar,” tegasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Dispora Jabar Sandi Ariesma menilai, dengan waktu relatif pendek, PESTI Jabar mampu menggelar Kejurprov.
“Ini tentu menjadi catatan bagus untuk kepengurusan PESTI Jabar yang baru dilantik. Saat ini seolah ada tuntutan untuk setiap cabor mampu mandiri. Tak lagi total tergantung anggaran pemerintah. Soal kemandiran anggaran sekarang sudah diperlihatkan PESTI Jabar. Saya rasa ini menjadi contoh yang baik untuk di adop cabor lainnya,” kata Sandi.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi, Boogie Gustara Manggala mengatakan, Kejurprov diikuti 10 Pengcab PESTI se-Jabar.
Ada keterbatasan terkait peralatan. Hal tersebut karena Indonesia belum memproduksi peralatan soft tenis.
“Bola pun sama, memang ada produksi di pengurus pusat namun kualitasnya belum standar property untuk digunakan.”pungkasnya.
Saat ini 20 raket telah didistribusikan dari pengurus pusat. Secara mandiri, Pengprov PESTI Jabar membeli raket, bola dan pressurizer (pompa) yang di import dari Jepang dan memenuhi standar Internasional. Joel








