BANDUNG, PelitaJabar – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan dukungan penuh terhadap Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi yang digelar Pengprov PESTI dan KONI Jabar.
“Kejuaraan ini menjadi langkah strategis untuk memasyarakatkan olahraga soft tennis di Tanah Pasundan. Kejurprov adalah langkah awal untuk lebih memasyarakatkan olahraga soft tennis di Jawa Barat,” jelas Erwan usai menutup Kejurprov Soft Tenis Goat Arena Lapangan Tenis Indoor Siliwangi, Bandung Kamis 12 Febeuari 2026.
Hingga saat ini, baru 10 Pengcab dari 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat yang telah membentuk kepengurusannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas pembinaan dan sosialisasi olahraga tersebut di daerah lain.
“Memang ada kendala, seperti raket dan bola yang masih sulit didapat karena kita masih impor. Ke depan kita harus bisa memproduksi sendiri,” ucapnya.
Dikatakan, tahun 2026 menjadi momentum penting karena akan digelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) November mendatang.
Ajang tersebut sebagai sarana penjaringan atlet potensial menuju PON XXII tahun 2028.
Terkait kejuaraan berjenjang seperti Piala Gubernur, Erwan menyebut tengah memfokuskan program olahraga secara bertahap.
Setelah kejuaraan tingkat Wali kota dan Bupati, ke depan akan dilanjutkan dengan level provinsi.
“Kami dan Pak Gubernur memang baru satu tahun menjabat dan sedang mengejar visi-misi. Tahun ini mulai kita fokuskan ke olahraga, dari kejuaraan wali kota atau bupati, kemudian berlanjut ke Piala Gubernur,” jelasnya.
Ketua Umum KONI Jawa Barat, Prof. HM. Budiana, mengapresiasi PESTI) Jabar.
“Bagi saya ini kamis manis, khususnya untuk Kang Andi dan rekan-rekan pengurus PESTI Jabar. Hari ini saya merasa perjuangan untuk PESTI begitu luar biasa,” ujar Prof Budiana.
Estafet kepemimpinan dari Bambang Haryono kepada Andi Garna membawa percepatan langkah organisasi signifikan.
“Saya sangat terharu dengan pengorbanan beliau. Bahkan tadi dibisikkan kepada saya bahwa dukungan pribadi beliau untuk pembinaan masih terasa kurang. Ini pengorbanan yang luar biasa dan patut kita syukuri,” ucap Budiana.
Sosok pemimpin cabang olahraga yang rela berkorban demi pembinaan prestasi tergolong langka.
“Jarang ada Ketua cabang olahraga all-out seperti ini untuk kebesaran cabornya. Ini yang dibutuhkan untuk menyokong Jabar Istimewa,” tegas Prof Budiana.
Ketua Persatuan Soft Tenis Indonesa (PESTI) Jawa Barat, Andi Garna, merasa bersyukur atas soliditas jajaran pengurus.
“Alhamdulillah, seperti yang saya sampaikan kemarin, saya punya tim yang hebat di kepengurusan ini,” paparnya.
Meski tantangan yang dihadapi tidaklah ringan, status juara umum di PON justru menjadi beban tersendiri.
PESTI Jabar membuka peluang kerja sama internasional, khususnya dengan Korea Selatan yang menjadi pusat pengembangan soft tennis dunia.
“Saya bangga karena respon kami ingin mendapat pelatih dari Korea ditanggapi begiti cepat Ketua Umum KONI Jabar. Kebetulan induk organisasi kandilasi soft tennis ada di Korea Selatan. Semoga kita bisa mendapatkan kandidat pelatih yang bersedia melatih kita,” pungkasnya. Joel
Berikut Apresiasi kepada para juara dengan rincian sebagai berikut:
Nomor Tunggal (Putra & Putri):
Emas: Rp 4.000.000,-
Perak: Rp 2.500.000,-
Perunggu (Juara 3 Bersama): Rp 1.000.000,- / atlet.
Nomor Ganda (Putra, Putri, & Campuran):
Emas: Rp 5.000.000,-
Perak: Rp 3.000.000,-
Perunggu (Juara 3 Bersama): Rp 1.500.000,- / pasangan.
(Catatan: _Hadiah nomor ganda dibagi rata kepada 2 pemain).








