BANDUNG, PelitaJabar – Tak hanya kalah pamor, isu kependudukan semakin tenggelam dengan maraknya pemberitaan Makan Bergizi Gratis alias MBG. Selain itu, anggaran yang mencapai ratusan triliun, melampaui sektor kependudukan.
“Bukan hanya isunya yang kalah, tetapi juga anggarannya sangat jauh berbeda. MBG bisa mencapai lebih dari Rp300 triliun, sementara kependudukan belum tentu mencapai Rp50 triliun,” beber Ketua Koalisi Kependudukan Jawa Barat, Ferry Hadiyanto, di saat bedah buku Membangun Keluarga Jawa Barat, yang diinisiasi Kemendukbangga /BKKBN Jabar, di Bandung Rabu 1 April 2026.
Menurutnya, program MBG dinilai tidaka akan efektif jika tidak dibarengi dengan SDM yang kuat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Artinya, MBG harus lebih sederhana, pemenuhan gizi melalui makanan. Pembangunan SDM itu berawal dari keluarga. Memberi makan hanya bagian kecil dari keseluruhan proses membangun keluarga,” tegasnya.
Feddy khawatir potensi pemborosan anggaran jika program besar tidak terintegrasi dengan pendekatan pembangunan keluarga yang telah lama dijalankan oleh BKKBN.
“Anggaran sebesar itu bisa menjadi mubazir, jika tidak dikawal,” ucapnya.
Sementara salah seorang awak media Herry Ks menuturkan, mengalami indtimidasi setelah dirinya menulis fakta tentang menu MBG yang jauh dari kata bergizi.
“Di salah satu sekolahkawasan Bandung Selatan, saya menemui MBG berisi nanas yang masih utuh, telur mentah dan dimsum yang belum dimasak. Para siswa sendiri malah menjadikan nanas sebagai bahan olokan dengan bermain sepakbola,” kata Kang Herry, sapaan akrabnya.
Parahnya lagi, lanjut pemilik beberapa media online ini, setelah berita diuplod, selang beberapa jam ada ancaman melalui telepon seluler.
“Saya jujur saja, tidak takut selama yang saya tulis sesuai fakta dilapangan. Saya diancam mau dihabisi oleh oknum yang mengaku aparat bahkan ada yang datang langsung kerumah. Mungkin ada sekitar 25 kali saya diteror, namun alhamdulillah hingga saat ini saya sehat wal’afiat,” paparnya.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi berharap, melalui kegiatan ini, terbangun pemahaman yang lebih komprehensif terkait pembangunan keluarga di Jawa Barat.
“Forum ini juga diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah implementasi program yang lebih terarah ke depan, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta tata kelola organisasi yang akuntabel dan berintegritas. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya percepatan pencapaian target pembangunan keluarga dan kependudukan di Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya singkat.
Acara dipandu Ketua Ikatan Penulis Wartawan Keluarga Berencana (IPKB) Jawa-Barat Najib Hendra, berlangsung santai dan penuh keakraban. Mal








