BANDUNG, PelitaJabar – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung mengingatkan, periode Maret hingga April merupakan fase rawan terjadinya pohon tumbang akibat perubahan cuaca yang signifikan.
“Setiap tahun, pola di musim pancaroba ini memang memicu angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang. Karena itu, kami sudah melakukan langkah mitigasi sejak awal, seperti pemangkasan pohon-pohon yang berisiko,” tegas Kepala DPKP Kota Bandung Luthfi Firdaus Kamis 9 April 2026.
DPKP mencatat terdapat sekitar 65 ribu pohon yang tersebar di 400 ruas jalan di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dalam kondisi sehat. Namun, faktor cuaca ekstrem seperti angin kencang dengan kecepatan hingga 60–75 kilometer per jam tetap dapat menyebabkan pohon tumbang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak hanya faktor usia atau kesehatan pohon, tetapi juga kondisi perakaran dan tekanan lingkungan. Bahkan pohon sehat pun bisa tumbang saat terjadi cuaca ekstrem,” jelasnya.
Untuk itu, DPKP terus meningkatkan intensitas pemantauan dan pemeliharaan pohon. Pada tahun 2026, jumlah tim lapangan ditambah menjadi lima kelompok dengan total sekitar 50 personel.
Selain itu, penguatan basis data pohon juga dilakukan guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat.
Upaya ini dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta Dinas Perhubungan, guna memastikan penanganan yang cepat dan terintegrasi.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala mengatakan, pohon tumbang merupakan salah satu dampak dari anomali cuaca pada masa peralihan musim.
“Peralihan dari musim hujan ke kemarau menyebabkan anomali cuaca meningkat. Ini yang memicu hujan deras disertai angin kencang,” ujarnya.
BPBD mencatat, pada awal April terjadi lonjakan kejadian bencana akibat cuaca ekstrem, dengan jumlah kejadian mencapai lebih dari 100 peristiwa dalam satu hari. Kondisi ini mendorong Pemkot Bandung untuk meningkatkan status kewaspadaan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD secara aktif menyebarluaskan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial dan koordinasi dengan kewilayahan.
“Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak beraktivitas di luar saat cuaca ekstrem. Hindari berteduh di bawah pohon atau di dekat bangunan yang berpotensi roboh,” pungkasnya. ***








