BANDUNG, PelitaJabar – Menghadapi Pekan Olahrga Provinsi (Porprov) XV 2026 pada November mendatanv, sektor pelatih menjadi fokus Koni dan Dispora Kota Bandung.
“Untuk mencapai hasil maksimal pada Porprov 2026 ini, kita juga harus fokus pada sektor pelatih. Bagaimana pelatih juga mempunyai visi misi yang sama dalam mengejar target prestasi di Porprov nanti. Yaitu juara umum,” kata Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung H. Hendy Maulana Yusup, S.T., M.A.P. di Workshop Pelatihan Pra Porprov Tahun 2026 di RS Murni Teguh, Naripan, Kota Bandung, Minggu 14 Juni 2026.
Dikatakan, Kadispora dan Ketua KONI sedang melakukan pemetaan mengenai besaran anggaran yang diperlukan, meski anggaran yang ada saat ini akan di push.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tetapi apabila ternyata ada tambahan, itu akan menjadi vitamin bagi atlet dan para pelatih agar bisa berjuang secara maksimal,” ucap Hendy lagi.
Sementara Ketua Koni Kota Bandung Nuryadi menyampaikan terima kasih kepada bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dan di Diklatar yang telah memprakarsai kegiatan
“Secara umum, kondisi fisik itu berkisar diangka 70 persen. Lebih detailnya nanti ada di masing-masing cabang olahraga,” jelas Nuryadi lagi.
Dikatakan, KONI Kota Bandung melihat mayoritas ada di kategori cukup dan tinggi. Meskipun ada beberapa cabang olahraga yang kurang.
“Memang cabor tersebut tidak memerlukan kondisi fisik yang prima. Misalnya bridge dan catur. Sehingga kategori itu berada di kategori kurang. Hasil tes fisik yang memerlukan kondisi fisik prima seperti cabor permainan, itu betul-betul akan digali tim pemateri bersama dengan cabang olahraga. Supaya ditindaklanjuti beberapa bulan ke depan,” paparnya.
Sehingga tambahnya tidak di sekitar 70 persen melainkan di atas 85 peesen bagi cabor yang memerlukan kondisi fisik prima.
“Workshop ini untuk menggali apa-apa yang harus dilakukan. Karena ini ilmu yang cukup mahal. Kita optimalkan melalui kerja sama, sehingga apa yang diinginkan Pemkot Bandung, KONI implementasikan, melalui Diklatar. Jadi secara utuh keilmuan didapat para pelatih,” pungkasnya.
Beberapa nara sumber yang tampil antara lain dari unsur psikis, psikologi dr. Mona, unsur injury dr. Ian dan nutrisi dr. Luli yang juga Direktur Rumah Sakit Murni Teguh. ***








