Infrastruktur Digenjot, Prestasi Olahraga Terlupakan, Kumaha Kang Dedi?

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pelepsan atlet PON 2024 Aceh-Medan di depan Gedung Sate Bandung, Jawa-Barat. Dok

Suasana pelepsan atlet PON 2024 Aceh-Medan di depan Gedung Sate Bandung, Jawa-Barat. Dok

INI SUDAH abnormal. Ibarat orang sakit, bisa jadi sudah akut, kronis, parah atau apalah namanya. Bahkan sekedar nafas buatan pun tak mempan, apalagi kalau hanya di topang sebuah tabung oksigen, mustahil akan sembuh apalagi selamat. Artinya sakit ini perlu penanganan serius.

Disaat tetangga sebelah berambisi ingin mematahkan kedigjayaan prestasi olahraga Jawa Barat yang fantastis dan spektakuler, — Provinsi Jawa Barat sendiri justru tenang tenang saja. Tenang tenang saja Bung.! Alamaaaakkk.
Kata efisiensi seolah-olah menjadi “momok” menakutkan sehingga berbagai sektor harus ikat pinggang yang sangat ketat. Tak kecuali juga sektor olahraga prestasi.

Tapi efisiensi yang muncul dari hulu ke hilir, — tentunya bukan berdampak pada satu provinsi. Bukan hanya Jawa Barat saja namun semua ikut imbasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi kenapa soal olahraganya provinsi tetangga tetap memperdulikanya. Karena mereka tahu bahwa prestasi olahraga adalah sebuah kehormatan.

Sama seperti Jawa Barat yang menorehkan sejarah Nasional, dimana satu-satunya Provinsi yang mampu menciptakan “Hattrick” pada pesta Pekan Olahraga Nasional (PON). PON tahun 2016 di Jawa Barat, PON 2021 di Papua dan PON tahun 2024 di Sumut-Aceh.

Semua mata memandang Jawa Barat patut disebut lumbungnya atlet berprestasi dan kiblatnya olahraga berskala Nasional.

Luar biasa. Saya pun sebagai wartawan peliput olahraga sejak tahun 1992 di KONI Jawa Barat sangat bangga dengan apa yang diraih Jawa Barat.

Apa dampaknya?

Banyak provinsi di Nusantara ini belajar ke Jawa Barat. Lewat bungkusan “study banding” mereka ingin tahu apa yang dilakukan KONI Jabar hingga bisa mencapai prestasi “puncak” di PON.

Selain itu, potensi dan jumlah atlet Jawa Barat yang masuk Pelatnas serta menjadi skuad kekuatan Nasional pada event-event Internasional juga sangat signifikan.

Ini artinya dari sisi pembinaan kepada atlet, — KONI Jawa sudah sangat “On The Track”.

Lalu, apakah prestasi yang ditorehkan ini akan menjadi kenangan semata. Ibarat dua mata pisau yang sama tapi tajamnya berbeda.

Artinya KONI Jabar yang saat ini menggebu-gebu ingin menciptakan “quattrick” di PON, Pemerintah Provinsi justru seperti tidak memperlihatkan dukungannya.

Lihat saja dana hibah yang dikucurkan hanya Rp. 20 Milyar. Jumlah yang terjun bebas dari yang diajukan KONI Jabar (maaf saya tidak bisa sebutkan jumlah).

Dana hibah sebesar itu pun sampai pertengahan tahun 2026 ini belum juga ada wujudnya.

Berbanding terbalik dengan tetangga kita. Sudah bukan rahasia lagi jika tahun 2026 ini Penprovnya mengucurkan dana diatas Rp. 100 Milyar.

Jangan tanya info dari mana. Dari atlet ke atlet, pelatih ke pelatih sampai antar pengurus Cabor info itu cepat sampainya.

Bukan DKI Jakarta namanya jika tidak berambisi mematahkan kedigjyaan prestasi olahraga Jawa Barat. Jadi dengan kondisi saat ini, — sekecil apa pun celah pasti DKI akan memanfaatkanya dari Jawa Barat. Termasuk menawar atlet dan diiming-imingi rupiah yang besar.

Tak ada niat apalagi bermaksud berada di barisan Pemerintah atau KONI Jawa Barat, — atas nama olahraga Jawa Barat penulis hanya minta agar anggaran hibah olahraga Jawa Barat disegerakan cair. Lalu pikirkan untuk mencukupkannya.

Kasihan atlet, mereka tidak tahu apa-apa. Tugasnya hanya berlatih dan bertanding.

Parahnya lagi beberapa Pengprov cabor takut bicara soal dana hibah ini, padahal butuh. Hanya suka bertanya-tanya saja. Maklum mereka takut jika dikait-kaitkan dengan “Suksesi”. Karena Desember ini akan digelar Musprov pemilihan Pengurus KONI yang baru.

Padahal ada yang lebih penting di depan mata yaitu Porprov kalau pun Musprov juga sangat penting. Porprov tentu lebih penting karena lebih duluan dilakukan di November ini. Porprov pun juga merupakan titik kulminasi pembinaan.

Lalu ada pula Pengurus cabor yang “cari aman” dan memilih diam alias wait and wee. Tapi selalu terdepan menanyakan perkembangan dana hibah. Aneh memang.

Hasil penggalian data dan informasi yang dihimpun penulis, tahun 2026 adalah tahun penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Bahkan sebagian cabor menyebut Kejurnas adalah bagian untuk mengumpulkan poin agar bisa mengikuti Babak Kualifikasi (BK) PON tahun 2027.

Absennya tim di Kejurnas, tentu saja tidak mengumpulkan poin. Jadi jangan harap bisa tampil di BK PON untuk merebut tiket ke PON 2028 di NTT-NTB.

Semuanya butuh dana pak KDM, bukan hanya janji.

Penulis salut atas gebrakan KDM menertibkan para PKL di Jawa Barat tentunya berdampak pada infrastruktur. Penataan infrastruktur iya, tapi alangkah lengkapnya jika olahraga juga diperhatikan.

Tulisan ini dibuat karena kecintaan saya sebagai wartawan peliput olahraga tidak ada maksud lain. Karena penulis tahu betul kalau lagu kebangsaan Indonesia Raya hanya bergema ketika menerima tamu dari negara lain dan pada saat pengalungan medali bagi atlet suatu Bangsa berprestasi.

Dan atlet Jabar banyak yang membuat lagu kebangsaan Indonesia itu bergema. Itu saja. Semoga segera ada solusi secepatnya. Joelkarnain

 

*wartawan pelitajabar.com

Berita Terkait

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini
Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang
Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola
Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis
Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang
Pengguna Tak Perlu Pusing, LEPAS Care Hadirkan Perlindungan Hingga 10 Tahun
Perluas Pasar UMKM, Farhan Dorong Daerah Perkuat Kolaborasi
VinFast VF MPV 7 Sabet Favorite Passanger Car MPV di GIIAS Bandung 2026

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:28 WIB

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang

Kamis, 17 September 2026 - 14:32 WIB

Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola

Kamis, 17 September 2026 - 11:12 WIB

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 18:28 WIB

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Berita Terbaru

Warga Kota Bandung diimbau hindari ruas jalan ini karena terdapat ajang lari Pocari Sweat Run 2026 di Bandung.

FEATURED

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:28 WIB

Ratusan jamaah Masjid Agung Bandung, mengirimkan doa untuk para jurnalis. PJ/Dok

FEATURED

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:12 WIB

XLSMART menghadirkan Jaringan 5G SMARFREN di Palembang. PJ/Dok

DAERAH

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:28 WIB