BANDUNG, PelitaJabar – Begitu mendapat amanah menjabat Ketua Umum Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Barat periode 2026-2030 , Rita Rahman langsung tancap gas.
“Yang paling mendesak adalah konsolidasi internal dan pemetaan kondisi pembinaan atlet di setiap Pengcab. Karena saya perlu tahu betul kekuatan dan kekurangan di lapangan,” ujar Rita Selasa 30 Juni 2026.
Selanjutnya, dia segera mendorong agenda kompetisi yang sempat tertunda. Agar atlet-atlet kita punya jam tanding dan tidak kehilangan momentum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu dua hal yang akan saya kerjakan,” ucapnya.
Dikatakan, motivasinya selaku Ketua Umum Sepaktakraw adalah menginginkan Jawa Barat kembali menjadi kekuatan yang disegani. Karena Jawa Barat punya potensi atlet yang luar biasa.
“Tinggal bagaimana kita memberi ruang dan dukungan yang konsisten. Saya ingin nama Jawa Barat kembali harum lewat prestasi anak-anak takraw kita. Terlebih di PON NTT-NTB 2028 mendatang, akan menjadi semangat saya sepanjang PSTI Jabar saya yang pimpin,” tambahnya.
Agar segera berjalan segala potensi program yang dicanangkannya, Rita pun berjanji segera mengumumkan skuad kepengurusannya.
“Insha Allah secepatnya. Saya ingin kepengurusan ini benar-benar solid dan mencerminkan keterwakilan. Jadi peluang rekan-rekan dari Pengcab se-Jawa Barat bergabung di kepengurusan ini sangat terbuka, bebernya.
Termasuk dari kubu yang berbeda pandangan, pihaknya akan mencari orang-orang yang punya komitmen.
“Bukan soal kubu, saya akan merangkul seluruh pihak. Termasuk teman-teman yang kemarin berbeda pilihan. Duduk bersama dan menyusun kepengurusan yang inklusif,” tegas Rita.
Bagaimana akselerasi yang akan dilakukan dengan KONI Jabar dan PB PSTI?
“Dukungan dari KONI Jawa Barat dan PB PSTI itu sangat krusial bagi kami. Saya akan segera melakukan audiensi dengan KONI Jawa Barat. Menyelaraskan program pembinaan dengan target Porprov dan PON,” pungkasnya. Joel








