BANDUNG,PelitaJabar – Persoalan perkotaan tidak selalu bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan pemerintah. Partisipasi warga serta semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan penting untuk menjaga kualitas kehidupan di tingkat lingkungan.
Menurut Ketua DPRD Asep Mulyadi, gotong royong bukan sekadar tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi modal sosial yang dapat digunakan untuk menghadapi berbagai persoalan nyata di lingkungan.
“Gotong royong adalah modal sosial yang sangat berharga. Berbagai tantangan perkotaan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, penanganan bencana, hingga pemberdayaan masyarakat akan lebih mudah diatasi apabila seluruh elemen bergerak bersama,” ujar Asep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai persoalan seperti sampah, kebersihan lingkungan, hingga ketahanan sosial tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah.
“Pembangunan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat agar berbagai program benar-benar memberikan dampak di lingkungan,” katanya.
Asep juga menekankan pentingnya menjadikan budaya gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan yang muncul ketika ada agenda tertentu.
DPRD Kota Bandung, berkomitmen mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang mampu memperkuat kualitas lingkungan, ketahanan sosial.
Ia berharap Gebyar BBGRM di Astanaanyar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus mampu mendorong gerakan nyata di lingkungan masyarakat.
“Semoga melalui Gebyar BBGRM ini, semangat gotong royong semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, diwariskan kepada generasi muda, dan menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kota Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan berkelanjutan,” pungkasnya.***








