BANDUNG, PelitaJabar – Selain kekerasan terhadap anak dan perempuan, berbagai kasus di Jawa-Barat mengalami peningkatan signifikan, termasuk angka perceraian. Setiap tahun, terdapat 80 ribu lebih kepala keluarga perempuan baru, yang menjadikan dampak sosial semakin tinggi.
“Saat bertemu dengan Kakanwil Kemenham, beliau menyampaikan, di Jawa Barat mah SOS, Umi. SOS perceraian!?” tegas Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah, saat Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga di Rooftop DPRD Jawa Barat, Bandung Senin, 20 Juli 2026.
Mengangkat tema “Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa” dia juga menyoroti kasus lainnya seperti kasus kekerasan terhadap anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terdapat sekitar 3.000 kasus berkaitan dengan anak. Kalau dibuka, mungkin fenomena gunung es akan terlihat,” bebernya.
Karena itu, dia meminta media massa ikut berperan menjaga ketahanan keluarga melalui edukasi.
“Media bagi saya sangat penting. Saya I love you, media. Tolong, jadilah pihak yang membersamai kebaikan-kebaikan tumbuhnya kebaikan di keluarga di Jawa Barat, Tidak semua langsung diviralkan,” pungkasnya.








