BANDUNG, PelitaJabar – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebutkan, Kota Bandung ingin menghidupkan kembali sebagai pusat pengembangan dan event-event Cabang Olahraga (Cabor) bulu tangkis Nasional.
“Kota Bandung menjadi tuan rumah Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C, menunjukan komitmen Kota Bandung untuk selalu menjadi tuan rumah berbagai event olahraga level lokal, Nasional, sampai internasional selalu terbuka,” kata Farhan saat Gala Dinner dan Opening Ceremony Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026 di Pendopo, Minggu malam 9 Agustus 2026.
Sebagai kota kreatif, Kota Bandung terkenal dengan berbagai macam pertunjukan, industri kreatif, karya seni, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi sebagai kota yang diisi para juara “City of Champions”, Kota Bandung juga harus tetap mempertahankan tradisi itu. Talenta sudah ada, tinggal kita melihat perkembangan. Nah, tadi saya diskusi dengan pengurus provinsi juga, bahwa Pengprov PBSI sekarang sedang mengembangkan AI berbasis data yaitu data para atlet,” beber Farhan.
Dia berharap, semoga dalam waktu sebulan sudah bisa mendapatkan hal tersebut.
“Itu sebagai pengembangan sports science sesuai dengan desain besar olahraga Nasional di UPI dan di ITB,” jelasnya.
Sementara Ketua Pengcab PBSI Kota Bandung Sigit Iskandar yang juga Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Kadispora) berharap Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C, Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026 mampu memberikan semangatnya kepada para atlet.
“Khususnya yang akan bertanding di Porprov nanti. Agar tentunya bisa lebih banyak meraih medali emas,” ucap Sigit.
Pihaknya irinya ingin memasyarakatkan kembali olahraga bulutangkis. Karena memang di Kota Bandung masih kurang.
“Karena salah satu tugas Dispora memang untuk mengaktifkan masyarakat Kota Bandung untuk berolahraga. Dua tahun yang lalu memang 48% yang berolahraga dari jumlah penduduk 2,6 juta jiwa,” kata Sigit lagi.
Tahun 2025 bisa menarik lebih dari 500.000 orang ke Bandung di bidang olahraga di event. Baik fun run, cabor-cabor yang lain pun sama.
“Alhamdulillah ini kan bisa mendongkrak PAD dan juga ekonomi masyarakat. Tahun 2025 kemarin kita belum direkap lagi d tahun 2026. Intinya tantangan Walkota harus kita laksakana,” tegas Sigit.
Ketua penitia Deris Maulana mengatakan Sirnas C ini merupakan Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Bandung Utama Open yang statusnya berubah menjadi Sirkuit Nasional. Artinya, poin ranking-nya tercatat di Nasional.
“Jumlah peserta pertama, yang sudah entries ada 1.405 peserta. Setelah diverifikasi keabsahan pusat dan tim dari referee di pusat, menjadi 1.244 peserta dan 1.208 players yang terdiri dari 209 klub yang tersebar di seluruh Indonesia.”
Klub terbanyak Kabupaten Bandung Barat, PB Taki Arena Badminton Academy sebanyak 109 atlet. Kota Bandung ada 15 klub dengan jumlah atlet 231 dan jumlah atlet terbanyak.
Event Sirnas C mempertandingkan kelompok umur 21 nomor atau kategori. Mulai dari Usia Dini hingga Taruna. Usia Dini kelompok Tunggal Putra-Putri, Tunggal Anak Putra-Putri, Tunggal Pemula Putra-Putri, Remaja Putra-Putri dan Taruna Putra-Putri.
Venue yang dipakai GOR Bandung Jalan Jakarta dan di GOR Lodaya sebagai GOR pendamping. Partai final dipusatkan di GOR Bandung Jalan Jakarta.
Hadir Ketua Harian Pengprov PBSI Jabar yang juga Sekum KONI Jabar Gianto Hartono, SE, pemain legend Yuli Marfuah dan pasangan meraih gelar beruntun di Japan Open dan China Open 2026 Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri . Joel








