BANDUNG, PelitaJabar – Selain pembinaan atlet taekwondo di Jawa Barat, kejuaraan Taekwondo juga sebagai sarana mengukur kemampuan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
“Pengprov TI Jawa Barat terus berupaya menggali potensi atlet bagi kepentingan daerah. Namun juga memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Nasional,” jelas Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat, Divie saat pembukaan Kejuaraan Taekwondo “West Java” Open Tahun 2026 di Gymnasium UPI Bandung 14 Agustus 2026.
Dikatakan, Jawa Barat terus menggali potensi atlet yang bisa disumbangkan untuk kepentingan Nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena itu, kejuaraan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh Pengcab Kota dan Kabupaten,” tambahnya.
Bagi Pengurus Cabang (Pengcab) TI Kabupaten dan Kota, juga menjadi evaluasi kualitas atlet yang akan tampil di Porprov XV.
“Porprov menjadi momentum untuk mengevaluasi potensi mereka. Harapannya, saat Porprov nanti mereka benar-benar memiliki kualitas dan daya saing untuk merebut medali emas,” ucap Divie lagi.
“Kita mendengar adanya efisiensi anggaran di daerah. Tetapi bagaimana kita mencari solusi agar pembinaan atlet tetap berjalan. Dan itu kita lakukan,” tandasnya.
Divie mengakui jika kondisi anggaran olahraga di sejumlah daerah saat ini menjadi salah satu tantangan.
Kejuaraan West Java 2026 mendapat respons di luar perkiraan. Dari target awal 2.400, jumlah pendaftar mencapai sekitar 2.500 atlet.
“Ini pertama kali digelar. Kami bersyukur ternyata antusiasmenya luar biasa. Jumlah peserta sekitar 2.500 orang, sesuai dengan prediksi awal yang berada di kisaran 2.400 sampai 2.600 peserta,” ungkap Divie.
Untuk komposisi peserta justru didominasi atlet kategori prestasi. Sekitar 80 persen peserta merupakan atlet prestasi. Sedangkan 20 persen lainnya berasal dari kategori pemula.
Tak hanya Jawa Barat, turnamen juga diikuti DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Tengah juga ikut “Uji Nyali”.
“Kami sebenarnya ingin menjadikan event ini skala Nasional. Tetapi kemarin waktunya berbenturan dengan beberapa event seperti Satria Nusantara dan G2. Tapi kami tetap bersyukur karena kejuaraan ini bisa berjalan dan menjadi wadah pembinaan atlet prestasi,” pungkasnya.
Hadir Ketua Umum KONI Jabar Prof HM. Budiana, Pembina Taekwondo Jabar Beny R Gautama dan dibuka Kadispora Jabar Dr Hery Antasari. Serta dihadiri sesepuh taekwondo. Joel








