BANDUNG, PelitaJabar – Penampilan konsisten dan semangat juang tinggi, memastikan klub Mutiara Cardinal Bandung tampil sebagai Juara Umum dalam “Kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Wali Kota “Bandung Utama Open 2026” yang berakhir Sabtu malam 15 Agustus 2026 di GOR Bandung Jalan Jakarta.
Klub bulutangkis elit ini berhasil memperoleh 7 medali emas, 7 perak dan 7 medali perunggu.
Sedangkan kompetitor kuat lainnya klub TAQI Arena harus puas di posisi kedua dengan raihan 6 medali emas, 7 perak dan 12 medali perunggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Klub Mutiara Cardinal, Tatat Budiman, mengaku puas bisa tampil sebagai juara umum. Sekaligus membalas Klub TAQI yang merebut Juara Umum pada event Bandung Open tahun lalu.
“Saya bersyukur atas pencapaian prestasi ini. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Mutiara Cardinal yang telah bertahan hampir enam dekade.”
“Klub Mutiara selama berdirinya kurang lebih hampir 60 tahun tetap konsisten bisa terus bertahan sampai sekarang,” ujar Tatat di GOR Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026.
Mantan atlet bulu tangkis yang pernah tampil pada era 1969 dan sempat terlibat dalam ajang Thomas Cup itu berharap Mutiara Cardinal dapat terus berkembang serta mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan bulu tangkis Nasional.
“Mudah-mudahan diberi kejayaan. Bisa bertahan dan semakin kuat. Itu harapan kami ke depan,” ungkap Tatat.
Menghadapi perubahan sistem pertandingan dan regulasi poin 3×15 yang mulai diterapkan pada September nanti, Mutiara Cardinal juga terus melakukan berbagai persiapan.
Program latihan tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknik. Tapi mencakup aspek fisik, mental, agility, footwork, hingga speed.
“Kita terus mengupayakan atlet-atlet dipersiapkan dari sisi fisik dan mental. Latihan agility, footwork, speed dan sebagainya juga terus dilakukan,” ucapnya.
Tatat menyebutkan, keberhasilan sebuah klub tidak semata-mata diukur dari status juara.
Menurutnya, keberadaan pesaing seperti TAQI Arena justru memberikan energi positif bagi perkembangan Mutiara Cardinal dan bulu tangkis Jawa Barat secara keseluruhan.
“Buat kami, juara atau tidak itu tidak menjadi penekanan. Adanya TAQI sebagai sahabat justru sangat positif. Kalau Mutiara terlalu tunggal tanpa saingan, kita bisa terlena,” kata Tatat lagi.
Disinggung pelaksanaan Sirnas C Wali Kota Bandung Utama Open 2026, Tatat menilai secara umum berjalan cukup baik.
Namun, ia mencatat persoalan keterbatasan lapangan yang berdampak terhadap panjangnya waktu pertandingan, terlebih dengan jumlah peserta sekitar 1.400 atlet.
“Saya pikir cukup baik. Hanya memang faktor lapangan sangat minim. Dengan dua tempat harus menyelesaikan sekitar 1.400 atlet. Mau tidak mau kami menghargai panitia dan tetap menjalankan pertandingan,” tuturnya.
Ketua penitia Deris Maulana mengatakan Sirnas C ini merupakan Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Bandung Utama Open yang statusnya berubah menjadi Sirkuit Nasional. Artinya, poin ranking-nya tercatat di Nasional.
“Jumlah peserta pertama, yang sudah entries ada 1.405 peserta. Setelah diverifikasi keabsahan, menjadi 1.244 peserta dan 1.208 players yang terdiri dari 209 klub yang tersebar di seluruh Indonesia.”
“Klub terbanyak Kabupaten Bandung Barat, PB TAQI Arena Badminton Academy sebanyak 109 atlet. Kota Bandung ada 15 klub dengan jumlah atlet 231 dan jumlah atlet terbanyak. Dan Alhamdulillah event berjalan lancar sukses berkat kerjasama semua panitia,” pungkasnya. Joel








