BANDUNG, PelitaJabar – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate – Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat tetap konsisten dan berkomitmen penuh memikirkan keprestasian olahraga.
“Komitmen kami para pengurus FORKI Jabar adalah soal keprestasian olahraga karate. Tidak ada yang lain. Sehingga dengan kekompakan kami dalam berorganisasi maka prestasi olahraga karate harus tetap jalan,” tegas Ketua Umum FORKI Jabar Gianto Hartono, SE saat melepas atlet karate pada Kejuaraan “7th Manuel Veguillas Philipine International Open Karate Championship 2026 and Joint Training Camp”, Selasa 18 Januari 2026.
Karena itu, meski efisiensi anggaran menjadi kendala, namun tidak boleh menghilangkan tanggung jawab terhadap pembinaan atlet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan dana sendiri kami biayai atlet mengejar cita-citanya. Pada dasarnya kami yang berkewajiban membantu pemerintah supaya keprestasian tetap terjaga. Sebagai pimpinan, kami harus bertanggung jawab menjaga prestasi ini tetap berada di jalur yang seharusnya,” ucap Gianto lagi.
Sekretaris Umum KONI Jabar ini menambahkan, –keputusan mengirimkan atlet ke Filipina merupakan hasil kesepakatan bersama jajaran FORKI Jawa Barat.
“Alhamdulillah, karena kekompakan teman-teman, kami berkomitmen untuk tetap menjaga keprestasian ini. Dengan segala kesulitan yang ada. Keputusan kami bersama adalah prestasi tetap harus dijaga sebaik mungkin,” tambahnya.
Sementara Binpres FORKI Jawa Barat Arif Herdiana, menegaskan, keberangkatan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab organisasi terhadap masyarakat karate Jawa Barat.
Para atlet yang dikirim merupakan hasil pemantauan secara periodik dan dinilai memiliki kemampuan untuk bersaing di level Nasional maupun Internasional.
“Ini adalah wujud tanggung jawab kami terhadap masyarakat karate Jawa Barat. Hasil dari sirkuit harus kami apresiasi dengan memberikan kesempatan kepada atlet-atlet yang dipandang mampu berkompetisi di tingkat Nasional dan Internasional,” kata Arif.
Ditambahkan, kontingen kali ini terbatas karena kemampuan pembiayaan dan efisiensi.
Kejuaraan akan berlangsung di Tagaytay CT Velodrome, Tagaytay City, Filipina, pada 20–23 Agustus 2026. Selain mengikuti pertandingan terbuka, para atlet juga dijadwalkan menjalani agenda “Joint Training Camp” sebagai bagian dari pengalaman bertanding di level Internasional.
“Ini murni anggaran FORKI. Pengorbanan yang diberikan Ketua Umum tolong balas dengan prestasi,”ingat Arif.
Berikut para atlet yang berangkat.
Nazwa Septakirani Nugraha kelas cadet -47kg putri dari perguruan Inkanas (Kota Bandung, Arumy Emeraldiannisa kelas yunior -66kg putri perguruan KKI (Kota Bandung), Mirza Sukma kelas cadet -52kg putra perguruan KKI (Kota Bandung) dan Alif Afifan kelas cadet -57kg putra perguruan Bandung Karate Club (Kota Bogor).
Perwakilan wasit Ferry fendrian dan Tanri Rizky Djabar sebagai pelatih. Joel








