BANDUNG, PelitaJabar – Lebih dari 100 perempuan asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengikuti workshop “Women Rise” yang diinisiasi Telkom University (Tel-U).
Kegiatan didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dan Pemkab KBB tersebut, ditujukan untuk Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga melalui inovasi produk UMKM kuliner berbasis Olefood.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB Akhmad Panji Hernawan, S.H., M.Si mengapresiasi Tel-U dan BPDP yang telah memilih KBB sebagai sasaran kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Populasi perempuan sebagai kepala keluarga hampir 46 persen atau sekitar 88 ribu pada tahun 2025. Luar biasa banyak. Dari sisi potensi, Bandung Barat itu luar biasa,” kata Akhmad Panji kepada PJ, disela acara di Fakultas Ilmu Terapan Telkom University, Sabtu 24 Oktober 2026.
Mereka umumnya tidak memiliki suami atau janda. Ada yang bersuami, namun sakit atau tidak berdaya sehingga perempuan jadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah.
“Karena itu, kami berharap, kedepan Telkom University dapat terus memberdayakan perempuan di KBB.
Sementara Dr. Dian Indayati, S.H., S.E., M.Si – Dekan Research Institute Intelligent Business Sustainable Economy menyebutkan, Tel-U punya misi namnya Enterpreneur University.
“Harapan kami ini nanti berkesinambungan dengan program Pemerintah, sehingga perempuan di KBB ini dididik dan ditingkatkan kompetisinya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian mereka terutama di KBB,” papar Dr. Dian.
Pihaknya berkomitmen untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui pendekatan pentahelix.
“FTH merupakan salah satu CEO dari Tel-U yang sudah bermitra dengan pemerintah, komunitas dan ada media juga, nantinya melakukan program-program yang punya value ya, terutama pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya didampingi Dr. Ersy Ervina, S.Sos., M.Par., CHE – Ketua Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality.
Salah satu peserta sebut saja Ika merasa sangat terbantu dengan workshop tersebut.
“Banyak ilmu yang saya dapatkan dari mengikuti kegiatan ini. Salah satunya jadi tahu bagaimana membuat satu kreasi kuliner yang mampu meningkatkan omzet saya,” kata IRT yang punya usaha UMKM ini.
Peserta dibekali keterampilan mengelola usaha dari Dr. Eka Yuliana, S.T., M.S.M., CECP., CBC membahas pengelolaan keuangan dengan fintech. Dr. Bethani Suryawardani, S.E., M.M. membagikan tips pengemasan produk UMKM kuliner yang menarik, dan Dr. Chusnul Rofiah, S.E., M.M., CIQaR mengulas optimalisasi media sosial untuk promosi produk.
Hadir M. Irfan Suryawardana, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP serta Sekti Raharjo, S.TP., MM dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor. ***








