Yudha Puja Turnawan : 91.770 Balita Ketinggalan Imunisasi, Minta Semua Pihak Dukung BIAN 2022

- Penulis

Sabtu, 6 Agustus 2022 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, PelitaJabar  – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan dari Fraksi PDI-Perjuangan mengungkapkan, di Kabupaten Garut terdapat 220 ribu balita, sekitar 91.770 balita ketertinggalan imunisasi, atau belum mendapatkan imunisasi dasar akibat pandemi Covid-19.

‘Harapan saya semua pihak, semua elemen , bersinergi mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Karena kita memiliki tanggung jawab bukan hanya perintah dari negara , agama pun menciptakan generasi unggul, generasi sehat. Bangsa yang kuat itu harus didukung oleh generasi generasi yang sehat, melalui imunisasi kita mewujudkan itu,”’ jelasnya saat pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 dan Stunting di posyandu Kp Cibanban RR RT.01 / RW 03 Kelurahan Karangmulya Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Jawa Barat, Kamis 4 Agustus 2022.

Karena itu, pihaknya meminta semua elemen masyarakat ikut mendukung BIAN 2022.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‘Ini program kementerian kesehatan dan dinas kesehatan bulan imunisasi anak nasional (Bian), tentu saya selaku anggota DPRD harus mensupport mendukung agar orang tua antusias mengantarkan anaknya untuk imunisasi,’ tambah Yudha yang juga ketua DPC PDI-Perjuangan Garut disela kegiatan.

Untuk anak imunisasi pihaknya memberikan cemilan sehat, dan kebetulan di RW 03 ini ada sekitar 18 balita yang dikatagorikan stunting kami memberikan PMT dan ini sebagaian support saya untuk bahu membahu kita dalam ikut mensukseskan program bulan imunisasi anak nasional dan melawan stunting.

Senada, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Asep Surahman mengungkapkan, 96 ribu balita belum lengkap imunisasi karena dampak dari pandemi, terjadinya itu karena pada saat itu masyarakat dilarang adanya kerumunan dan nakes pun konsentrasi akan penangan Covid-19.

‘Maka dari itu banyak anak anak yang belum divaksin, hari ini sesuai dengan jadwal pada bulan Agustus untuk pulau Jawa dan Bali untuk melaksanakan BIAN dan sekaligus penangan stunting,’ paparnya.

Ia menjelaskan, stunting itu salah satunya penyebabnya adalah pemberian imunisasi yang tidak lengkap dan beberapa faktor lainnya.

‘Oleh karena itu kami dinas kesehatan bersinergi dengan didukung anggota DPRD Garut. Dan pa Yudha ini sangat mendukung dan memberikan support buat kami bukan hanya di BIAN saja dan Stunting, beliau ini aktif juga dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 kemarin,’ pungkasnya.

Kegiatan digelar serentak tersebut, mentargetkan vaksinasi campak dan MR Rubella 95 persen, sementara vaksinasi lainnya 80 persen. ***

Komentari

Berita Terkait

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar
Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:51 WIB

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 17:20 WIB

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

FEATURED

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:20 WIB