Anies Jadi Tersangka, Jokowi Lengser?

- Penulis

Senin, 3 Oktober 2022 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ISU Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan akan ditersangkakan kembali berhembus kencang sejak kemarin siang.

Kabarnya hari ini KPK akan memaksakan diri mengeluarkan sprindik (surat perintah penyidikan) untuk Anies Baswedan. Hal ini menyusul adanya pemberitaan koran Tempo edisi 1 Oktober 2022 yang terbit dengan judul ‘Manuver Firli Menjegal Anies’.

Ketua KPK, Firli Bahuri ngotot mentersangkakan Anies Baswedan walaupun tidak didukung alat bukti yang cukup. Kengototan Firli ini, kabarnya pesanan Istana. Begitu kira-kira kesimpulan kita setelah membaca berita koran Tempo. Istana ingin Pilpres 2024 hanya diikuti oleh dua pasangan calon presiden.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua pasangan calon presiden tersebut adalah Prabowo Subianto dan Puan Maharani atau Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Menurut hasil survei, Anies Baswedan selalu menempati tiga besar dengan elektabilitas tertinggi selain Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Selain Anies Baswedan tidak dikehendaki oleh Istana. Kans Anies Baswedan menang Pilpres 2024 sangat besar.

Oligarki tidak punya calon sekuat Anies Baswedan. Makanya Anies Baswedan harus dijegal. KPK menjadi tunggangan politik Istana untuk menjegal Anies Baswedan. Firli Bahuri yang pernah tersandung kasus pelanggaran etik berat dan dugaan menerima gratifikasi sewa helikopter.

Persoalan ada bukti atau tidak ada bukti itu nomor sekian. Yang penting Anies Baswedan harus ditersangkakan dan dipenjarakan.

Ada tiga skenario dibalik pentersangkaan Anies Baswedan oleh KPK:

Pertama, Pembunuhan karakter (character assassination) Anies Baswedan untuk melemahkan dukungan terhadap Anies Baswedan.

Hasil Survei CSIS (Centre for Strategic and International Studies) dengan responden berusia 17-39 tahun yang diasumsikan sebagai pemilih muda. Head to head antara Anies Baswedan vs Ganjar Pranowo yang dimenangkan Anies Baswedan dinilai politis. CSIS diduga sedang ‘memprovokasi’ kekuasaan untuk mentersangkakan Anies Baswedan.

Dalam survei CSIS tersebut, Anies Baswedan di pemilih muda mengantongi elektabilitas 47,8 persen. Sementara Ganjar 43,9 persen. Hanya terpaut 3,9 persen.

Kita mencermati dalam beberapa bulan terakhir. Gelombang dukungan terhadap Anies Baswedan semakin tak terbendung. Terakhir, Pemuda Pancasila (PP) menyatakan mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Dukungan itu disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno.

Disamping munculnya gerakan masif pendukung Anies Baswedan di seluruh Indonesia. Militansi pendukung Anies Baswedan yang dikenal dengan pendukung nol rupiah terus bergerak menjemput kemenangan di Pilpres 2024.

Kedua, Penjegalan Anies Baswedan maju Pilpres 2024 melalui pentersangkaan Anies Baswedan oleh KPK dinilai sebagai upaya memancing kemarahan rakyat. Rakyat marah. Politik nasional bergejolak. Keadaan darurat nasional diberlakukan.

Ketiga, Dengan terjadinya gejolak politik nasional yang diprediksi akan berdarah-darah itu merupakan bagian dari agenda terselubung perpanjangan masa jabatan presiden atau munculnya calon presiden boneka jilid dua.

Apakah ketiga skenario tersebut akan berjalan mulus atau justru akan mempercepat jatuhnya rezim Jokowi? Rakyat menemukan momentumnya. Anies Baswedan ditersangkakan, rezim Jokowi jatuh?

Wait and see! Wallahua’lam bish-shawab. ***

foto : RMOL

Komentari

Berita Terkait

Meski Diguyur Hujan Deras, Karnaval SCTV di Tegallega Berlangsung Semarak
Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI
Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI
Demi Keluarga, Rela Jadi Marbot, Kuli & Jual Pasir Hingga Disebut “Jenderal Santri”
Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Generasi Muda Lahirkan Inovasi Melalui Kompetisi
Jalur Cibeber-Lampegan Kini Bisa Dilalui
Lagi, Jalur Cibeber-Lampegan Tergerus, Daop 2 Targetkan Besok KA Siliwangi Bisa Lewat
Juri JNE Content Competition 2026 Sebut Tak Ada Istilah Salah Ketik

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 00:01 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Karnaval SCTV di Tegallega Berlangsung Semarak

Sabtu, 25 April 2026 - 11:40 WIB

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Sabtu, 25 April 2026 - 11:00 WIB

Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI

Sabtu, 25 April 2026 - 00:15 WIB

Demi Keluarga, Rela Jadi Marbot, Kuli & Jual Pasir Hingga Disebut “Jenderal Santri”

Jumat, 24 April 2026 - 11:41 WIB

Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Generasi Muda Lahirkan Inovasi Melalui Kompetisi

Berita Terbaru

USB YPKP sukses menggelar workshop internasional bertajuk

FEATURED

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Sabtu, 25 Apr 2026 - 11:40 WIB

Kadiskominfo Kota Bandung Henryco Arie Sapiie saat membeberkan program 'Ngulik' di Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, PJ/Dok

FEATURED

Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI

Sabtu, 25 Apr 2026 - 11:00 WIB