Prevalensi Stunting Masih 20,2 Persen, BKKBN Jabar Kolaborasi Dengan BRIN

- Penulis

Jumat, 19 April 2024 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Prevalensi stunting di Jawa Barat pada 2022 baru di angka 20,2 persen. Masih tersisa 6,2 persen dari target 4 persen.

Sementara pada tahun ini, terdapat 2.319.164 KRS di Jawa Barat, terdiri dari PUS, Bumil, Baduta, Balita. Jika melihat data tiga bulan terakhir, Januari-April, telah dilakukan pendampingan terhadap 529.162 sasaran. Namun hal itu pun masih jauh dari target.

Karena itu, BKKBN Jabar menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna menurunkan stunting sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa yakin, kolaborasi ini merupakan wujud nyata untuk percepatan penurunan stunting di Jawa Barat.

“Selain isu-isu yang tadi kita bahas bersama, kami juga sangat terbuka terhadap pengembangan dan pembaharuan ide yang dapat dilakukan dan melibatkan BRIN di Jawa Barat,” papar Fazar saat kunjungan audiensi di kantor BRIN Jl. Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan, Kamis (19/04/2024).

Sementara Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN Nawawi meyakini, inisiatif Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat yang berencana menggandeng kependudukan brin melakukan riset untuk mengidentifikasi serta menganalisis efektivitas peran terkait TPK, akan jadi bahan temuan yang sangat kaya.

“Sebenarnya inisiatif Jawa Barat ini akan sangat berkontribusi besar bagi percepatan penurunan stunting nasional,” beber Nawawi saat menerima

Pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan membentuk tim kajian stunting.

“Ini strategis, karena akan menjadi piloting kolaborasi antara BRIN dan BKKBN yang dikerjakan bersama. Nantinya di dalam tim yang akan dibentuk, tidak hanya peneliti dari kami saja, tapi juga dari BKKBN Jawa Barat ikut bergabung,” tambahnya.

Adapun skema riset yaitu melalui Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), hasil kerjasama BRIN dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

RIIM ini merupakan skema perpaduan antara penelitian dan implementasi program yang dijalankan dalam jangka panjang, tiga tahun.

Dengan dukungan pendanaan sekitar 500 juta s.d. 1 Milyar setiap tahunnya, ditargetkan pada pertengahan tahun ini proposalnya sudah diajukan. ***

Berita Terkait

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini
Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang
Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola
Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis
Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang
Pengguna Tak Perlu Pusing, LEPAS Care Hadirkan Perlindungan Hingga 10 Tahun
Perluas Pasar UMKM, Farhan Dorong Daerah Perkuat Kolaborasi
VinFast VF MPV 7 Sabet Favorite Passanger Car MPV di GIIAS Bandung 2026

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:28 WIB

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang

Kamis, 17 September 2026 - 14:32 WIB

Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola

Kamis, 17 September 2026 - 11:12 WIB

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 18:28 WIB

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Berita Terbaru

Warga Kota Bandung diimbau hindari ruas jalan ini karena terdapat ajang lari Pocari Sweat Run 2026 di Bandung.

FEATURED

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:28 WIB

Ratusan jamaah Masjid Agung Bandung, mengirimkan doa untuk para jurnalis. PJ/Dok

FEATURED

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:12 WIB

XLSMART menghadirkan Jaringan 5G SMARFREN di Palembang. PJ/Dok

DAERAH

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:28 WIB