Diskusi IPRC: Asmul Sebut Bangun Kota Bandung Harus Kolaborasi

- Penulis

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Asep Mulyadi yang akrab disapa Asmul menilai, perlu kolaborasi semua pihak membangun Kota Bandung termasuk dengan partai politik.

“Membangun Kota Bandung yang permasalahannya cukup kompleks tidak bisa sendirian. Harus bersama-sama, kolaborasi, termasuk dengan partai politik yang ada di Kota Bandung,” paparnya saat diskusi bertajuk Pembentukan Poros Koalisi Pemilihan Walikota Bandung Tahun 2024 yang digelar Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (5/6/2024).

Karena itu, pihaknya tak menutup kemungkinan kolaborasi atau kerja sama politik antara PKS dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada Pemilihan Walikota Bandung mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini lantaran kedua partai politik memiliki kesamaan yaitu ingin membangun Kota Bandung yang lebih baik serta mensejahterakan masyarakat.

“Saat ini semuanya masih dinamis, komunikasi dengan semua partai politik masih cair. Yang terpenting ada chemistry, ada kesamaan tujuan dalam menjalankan program-program untuk memajukan Kota Bandung,” ucapnya.

Selain macet, banjir, Kota Bandung, masih menghadapi sejumlah persoalan, termasuk harga kebutuhan pangan hingga lapangan kerja.

“Jadi kita ingin Kota Bandung seperti dulu, yang nyaman untuk ditinggali, nyaman dikunjungi, udara bersih. Kemudian terbukanya lapangan pekerjaan, harga bahan pokok yang terjangkau masyarakat juga infrastruktur yang menunjang kesejahteraan warga masyarakat Kota Bandung,” tuturnya.

Sementara DPRD Kota Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan Folmer Siswanto tak menepis kemungkinan berkoalisi atau menjalin kerja sama politik dengan PKS.

Dia memandang perbedaan ideologis kedua partai bukanlah sesuatu yang utama. Terpenting ketokohan sosok yang maju pada Pemilihan Walikota Bandung.

“Sosok itu juga harus memiliki dan bisa menjalankan program-program yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

Sementara Direktur Eksekutif IPRC M Indra Purnama menyebut baik partai politik maupun pasangan calon yang maju dalam pemilihan kepala daerah termasuk Kota Bandung, harus mempunyai visi misi yang kuat agar pembangunan di daerah berjalan sesuai rencana.

“Jangan sampai terjadi pecah kongsi di tengah jalan yang bisa menghambat pembangunan. Maka itu harus disepakati sejak awal apa yang ingin dilakukan oleh calon kepala daerah terhadap Kota Bandung di lima tahun mendatang,” pungkasnya. ***

Komentari

Berita Terkait

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar
Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:51 WIB

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 17:20 WIB

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

FEATURED

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:20 WIB