BANDUNG, PelitaJabar – Guna menyiapkan langkah-langkah srategis untuk pencapaian prestasi, — National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung menggelar Rapat Pleno di The Kamalaya Hotel, Kota Bandung, Kamis, 16 April 2026.
“Ini sebagai langkah awal dalam mempersiapkan Kota Bandung menjadi tuan rumah Pekan Paralympik Daerah (Peparda) VII dan pembentukan kontingen,” jelas Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan.
Dikatakan, rapat Pleno juga menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi pencapaian prestasi maksimal bagi kontingen Kota Bandung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekarang kita menyelenggarakan Rapat Pleno yang membahas langkah-langkah strategis apa yang akan kita ambil untuk mensukseskan Kota Bandung sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi sebagai juara umum,” ucap Yadi.
Menurutnya, keberhasilan sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari aspek penyelenggaraan. Namun juga dari capaian prestasi atlet.
Kedua aspek itu harus berjalan beriringan agar memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga disabilitas di Kota Bandung.
“Keberhasilan penyelenggaraan dan pencapaian prestasi menjadi dua fokus utama yang harus berjalan seimbang,” ungkap Yadi.
Pada Rapat Pleno, — NPCI Kota Bandung memfokuskan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) sebagai prioritas utama dalam pembentukan kontingen.
Binpres memiliki peran strategis dalam memastikan proses seleksi dan pembinaan atlet berjalan optimal. Sehingga menghasilkan tim yang kuat dan siap bersaing.
“Program kita saat ini diutamakan pada Binpres untuk pembentukan kontingen yang tangguh,” tutur Yadi lagi.
Sebagai bagian dari proses penjaringan atlet, NPCI Kota Bandung akan segera menggelar seleksi dalam waktu dekat.
Atlet yang lolos seleksi akan mengikuti pemusatan latihan cabang (Pelatcab) yang direncanakan dimulai pada bulan Juni 2026.
“Di akhir bulan ini kita akan mengadakan seleksi, kemudian atlet yang terpilih akan kita godok sebelum memasuki Pelatcab yang dimulai pada bulan Juni,” kata Yadi.
Selain membahas pembentukan kontingen, Rapat Pleno juga menjadi wadah untuk menampung berbagai masukan dari cabang olahraga.
“Kami telah mendengarkan laporan dari masing-masing cabang olahraga terkait jumlah atlet, target medali, serta berbagai kendala dan berbgi usulan,” ungkap Yadi.
Sekretaris Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, Djumono, pihaknya menggelar Rapat Pleno sebagai konsolidasi internal.
Langkah ini sebagai persiapan pembentukan kontingen. Kegiatan ini melibatkan jajaran pengurus serta para pelatih Cabang Olahraga (Cabor), guna menyatukan langkah dan strategi menghadapi ajang olahraga disabilitas Peparda 2026.
“Konsolidasi ini merupakan pertemuan antara pengurus NPCI Kota Bandung dengan para pelatih untuk mempersiapkan pembentukan kontingen yang lebih solid dan kompetitif,” papar Djumono.
Rapat Pleno katanya juga dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi para pelatih.
“Kami ingin mendapatkan banyak masukan dari para pelatih. Mulai dari kendala yang dihadapi, target yang ingin dicapai. Hingga program yang akan dilakukan sampai dengan tahapan seleksi,”pungkasnya. Joel








