Dadi Sebut 1,6 Juta Lebih Keluarga di Jabar Beresiko Stunting

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DISKUSI : Kaper BKKBN Jabar Dadi Roswandi (kanan) dan Ketua Komisi Informasi Jawa Barat Husni Farhani Mubarok diskusi stunting saat Media Gathering 2025. PJ/Mal

DISKUSI : Kaper BKKBN Jabar Dadi Roswandi (kanan) dan Ketua Komisi Informasi Jawa Barat Husni Farhani Mubarok diskusi stunting saat Media Gathering 2025. PJ/Mal

BANDUNG, PelitaJabar – Jawa Barat merupakan daerah berpenduduk tertinggi yakni hampir 50 juta jiwa. Jumlah itu berbanding lurus dengan tingginya masalah termasuk stunting.

“Hasil pendataan kami menunjukkan saat ini terdapat 1.665.674 keluarga berisiko stunting di Jawa Barat,” jelas Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi saat buka puasa bersama insan media yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) di Bandung Selasa, 18 Maret 2025.

Karena itu, BKKBN Jabar menargetkan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting) sedikitnya 207 ribu anak di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Target tersebut diharapkan bisa tercapai melalui kolaborasi multipihak termasuk kader pos pelayanan terpadu (Posyandu), influencer parenting, psikolog anak, dokter spesialis anak, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah daerah,” kata Dadi.

Dia melanjutkan, angka 1.665.674 keluarga berisiko stunting (KRS) merupakan hasil pendataan terhadap 13.826.198 keluarga di Jawa Barat.

“Dari 1.665.674 KRS di Jawa Barat, 903.445 keluarga di antaranya tidak memiliki jamban keluarga secara layak. Ada juga 191.518 keluarga tidak punya sumber air minum layak. Dua komponen tadi turut menjadi penentu sebuah keluarga masuk kategori KRS atau tidak,” tegasnya.

Strategi utama BKKBN menurunkan prevalensi stunting adalah optimalisasi pencegahan, dimulai skrining calon ibu agar bayi yang dilahirkan tidak stunting. Lalu intervensi kepada ibu hamil dan ibu menyusui hingga anak berusia dua tahun atau 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Kalau kita mengejar anak yang stunting menjadi tidak stunting, keberhasilannya hanya 20 persen. Namun, dengan mencegah lahirnya bayi stunting baru, keberhasilannya lebih dari 80 persen,” pungkas Dadi.

Hadir Ketua Komisi Informasi Jawa Barat Husni Farhani Mubarok dan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat Eva Fandora. ***

Komentari

Berita Terkait

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama
Lemahnya Buffer Fisik dan Likuiditas Jadi Resiko Besar Bagi Indonesia
Pengangguran Capai 7,44 Persen, Pemkot Bandung Genjot Padat Karya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 13:45 WIB

Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih

Rabu, 15 April 2026 - 08:53 WIB

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

TP PKK Jabar resmi membuka Babak Penyisihan Wilayah I Lomba Paduan Suara

FEATURED

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Rabu, 15 Apr 2026 - 08:53 WIB