Ciptakan Generasi Qur’ani, K.H Lukman Hakim Sebut Peradaban Unggul Berawal dari Keluarga

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Tanfidziyah PW NU Jawa Barat, 
KH. Lukman Hakim, MA, MM didampingi Kaper BKKBN Jabar Dadi Roswandi (kanan) memberikan keterangan terkait generasi qurani. PJ/Mal

Wakil Ketua Tanfidziyah PW NU Jawa Barat, KH. Lukman Hakim, MA, MM didampingi Kaper BKKBN Jabar Dadi Roswandi (kanan) memberikan keterangan terkait generasi qurani. PJ/Mal

BANDUNG, PelitaJabar – Maju mundurnya suatu bangsa, tak terlepas dari sebuah keluarga. Peradaban unggul, bukan dari kerajaan dan bukan juga dari kekayaan namun dari keluarga.

KH. Lukman Hakim, MA, MM (kiri), Kaper BKKBN Jabar Dadi Roswandi, para undangan dan peserta foto bersama di acara sosialisasi 1000 HPK. PJ/Mal

“Kalau saya menyitir kata-kata dari seorang antropolog tersebut, seakan akan maju tidaknya Indonesia, tergantung BKKBN. Kenapa, ternyata di alqur’an juga memberikan satu atensi terhadap keluarga. Sampai-sampai diabadikan dalam sebuah surat yang terkenal yaitu Ali Imran,” jelas Wakil Ketua Tanfidziyah PW NU Jawa Barat,
KH. Lukman Hakim, MA, MM disela Soialisasi 1000 HPK di lingkungan pesantren, inisiasi BKKBN Jabar di Hotel Mitra, Jalan Supratman Bandung, Rabu 19 November 2025.

Dia melanjutkan, dalam surat Ali Imran ayat 33, memberikan satu konsepsi keluarga islam. Sebuah role model tentang tata kelola keluarga yang hebat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan keluarga siapakah yang patut dicontoh dan ditiru, alquran menawarkan keluarga ideal itu dua keluarga, yakni keluarga Imron dan keluarga Ibrahim. Pertanyaannya kenapa, pertama ternyata ada peran seorang wanita ibunya Mariam namanya Hana. Ini saya pikir BKKBN saat sosialisasi sama ibu-ibu, spirit ini penting untuk dikenalkan, karena nanti yang akan menjadikan generasi hebat itu kata kunci pertamanya adalah pondasi yang ditanamkan seorang ibu,’ papar KH Lukman disambut applus para peserta.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan kepada BKKBN Jabar agar memasukkan konsep keluarga quran.

“Karena alquran mewanti wanti, jangan sampai lahir generasi lemah dalam Al-Qur’an disebut dzurriyatan dhi’afa atau keturunan yang lemah.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si. mengapresiasi dan menyambut positif.

“Jadi kegiatan hari ini merupakan sosilisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan dikalangan pesantren. Karena kita melihat NU itu mempunyai basis di grassroot bawah di tingkat rtrw akan berdampak terhadap sosialisasi 1000 HPK,” jelas Dadi menjawab PJ.

Karena menurutnya ini sangat penting, walau angka stunting di Jabar hanya 15,9  persen, namun populasinya tinggi.

“Kita berharap dari kalangan agamawan bisa melakukan secara kultural kepada pasangan usia subur, di grassroot bawah, gitu ya,’ tambah Dadi.

Disinggung kendala, dia mengakui untuk kalangan pesantren, pihaknya menilai kader-kader terutama penyuluh KB memang agak sulit memasuki dunia pesantren.

Kaper BKKBN Jabar Dadi Roswandi membuka acara sosialisasi 1000 HPK. PJ/Mal

“Lumayan agak ini pak ya, misalnya kita dengan kementerian agama, tentunya dengan teman NU dan berbagai ormas, tentunya kita ingin juga masuk kedalam sana, terutama di pesantren ada posyandu, dan beberapa kegiatan tribina gitu ya, jadi dengan kerjasama ini, kita bisa kolab di lapangan,” ucapnya.

Terkait usulan PWNU, akan segera ditindaklanjuti.

“Usulan dan arahan pak Kyai, kita nanti sama-sama membuat modul atau panduan terkait generasi qurani, insha Allah nanti kita TL ya, dalam pertemuan ini nanti kita sama sama membuat produk bagaimana menggaet keluarga keluarga muda di Jabar menuju keluarga qurani,” pungkasnya.

Seperti diketahui, angka stunting di Indoneia 19,8 sementara di Jawa Barat 19,5 persen. Dari 100 balita di Jabar, 15 balita mengalami stunting.

Dengan kolaborasi ini, acara mengangkat tema Ketahanan Keluarga Qur’ani Membangung Generasi Sehat Mandiri dan Berdaya di Era modern, diharapkan target stunting yang ditetapkan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dibawah 14 persen, tercapai. Mal

Berita Terkait

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini
Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang
Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola
Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis
Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang
Pengguna Tak Perlu Pusing, LEPAS Care Hadirkan Perlindungan Hingga 10 Tahun
Perluas Pasar UMKM, Farhan Dorong Daerah Perkuat Kolaborasi
VinFast VF MPV 7 Sabet Favorite Passanger Car MPV di GIIAS Bandung 2026

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:28 WIB

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang

Kamis, 17 September 2026 - 14:32 WIB

Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola

Kamis, 17 September 2026 - 11:12 WIB

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 18:28 WIB

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Berita Terbaru

Warga Kota Bandung diimbau hindari ruas jalan ini karena terdapat ajang lari Pocari Sweat Run 2026 di Bandung.

FEATURED

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:28 WIB

Ratusan jamaah Masjid Agung Bandung, mengirimkan doa untuk para jurnalis. PJ/Dok

FEATURED

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:12 WIB

XLSMART menghadirkan Jaringan 5G SMARFREN di Palembang. PJ/Dok

DAERAH

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:28 WIB