Gemercik Sungai Kampoeng Ciherang, Warnai Diskusi Hukum & Media Gathering PWI

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana diskusi hukum terkait UU ITE. Ketua Pokja PWI Kota Bandung dan Direktur Labkum Pers (bertopi) saat tanya jawab yang berlangsung di Kampoeng Ciherang, Tanjung Sari Sumedang Minggu (23/11)

Suasana diskusi hukum terkait UU ITE. Ketua Pokja PWI Kota Bandung dan Direktur Labkum Pers (bertopi) saat tanya jawab yang berlangsung di Kampoeng Ciherang, Tanjung Sari Sumedang Minggu (23/11)

BANDUNG, PelitaJabar – Berkabut, tetesan embun dan dinginnya alam, menyelimuti Kampoeng Ciherang, tempat wisata di Tanjung Sari Sumedang, menjadi warna tersendiri bagi para awak media. Belum lagi gemericik aliran sungai yang mengalir jernih hingga kicauan burung, semakin menambah kesyahduan.

Dipilihnya Kampoeng Ciherang sebagai lokasi Raker dan Family Gathering bukan tanpa alasan. Penatnya kota dan aktfitas kerja yang tidak menentu, menjadikan destinasi wisata ini sebagai pilihan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita perlu merehatkan jiwa dan raga barang sejenak, dan destinasi wisata milik Perhutani ini, sangat cocok untuk rekan-rekan sebagai tempat melepas lelah dan bersilaturrahim,” ucap salah seorang rekan media online.

Menghadirkan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (Labkum) Pers Pokja PWI Kota Bandung, Prana Yogaswara, SH serta Ketua Pokja PWI Kota Bandung, Zaenal Ihsan, diskusi berlangsung alot.

Membahas UU ITE, salah satu peserta menanyakan, aparat penegak hukum yang masih menggunakan pasal umum terhadap wartawan.

“Harusnya jika ada permasalahan pemberitaan, pihak kepolisian wajib menggunakan UU Pers. Disitu kan jelas payung hukumnya, ada somasi, hak jawab hingga pengaduan ke dewan pers. Nah yang begini, dibawah (aparat—red) ada yang belum paham atau pura-pura tidak paham. Padahal sudah ada MoU antara Kapolri, Kejaksaan dengan Dewan Pers,” ucap Prana yang hobbi petualang itu.

Senada, Zaenal Ihsan menjelaskan, wartawan harus cermat dan hati-hati dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, jangan lupakan cek dan ricek, cover both, dan yang paling penting hindari SARA.

Nono Mulyana KPH Perhutani Kabupaten Sumedang, saat memberikan penjelasan terkait Kampoeng Ciherang kepada peserta Raker Pokja PWI Kota Bandung.

“Kawan-kawan semua, uu ITE ini memang rawan. Karena salah persepsi sedikit saja, bisa merambah ke hukum. Untuk itu, kita sebagai media sangat penting mengecek kembali suatu berita sebelum ditayangkan. Karena itu, LABKUM Pers menjadi jalan terakhir jika terjadi kasus hukum,” ucapnya.

Flashback sedikit, LABKUM Pers semasa dipimpin alm Asep Budianto, SE., SH., M.H., C.L.A, C.T.L. sempat vakum beberapa tahun. Kini dibawah kendali Prana Yogaswara, SH, rekan Pokja PWI Kota Bandung kembali menggeliat. Tak hanya kasus pers, Labkum Pers juga melayani persoalan-persoalan umum, sehingga bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum bisa menghubungi Labkum Pers di lantai 2 Jalan Ahmad Yani Kawasan Stadion Persib (Sidolig) Bandung.

Kembali lagi ke Kampoeng Ciherang. Akses jalan sangat menantang jika tak ingin disebut ekstrem. Jika berpapasan (perwis), harus ada yang mengalah, karena ukuran jalan yang sangat kecil. Belum lagi sesampai di lokasi, harus melewati jalan setapak yang becek, menempuh sekitar 500 meter.

Belum lagi jika malam tiba, kurangnya penerangan, menjadi hambatan untuk sekedar berjalan melihat-lihat ataupun mencari cemilan di warung-warung binaan Perhutani milik warga.

Salah satu anggota Labkum Pers menerima doorprise undian acar Raker Pokja PWI Kota Bandung.

Meski banyak yang harus dibenahi, semua terbayarkan oleh keindahan alamnya yang sangat asri.

“Selain hutan, kita juga mengelola wisata dan pendakian. Disamping profit, aspek sosial lebih besar, dan untuk agrowisata, kita tripartit, bekerjasama dengan dua lainnya, tetap melibatkan masyarakat,” ucap Nono Mulyana, KSS Agroforest & Agrowisata KPH Kabupaten Sumedang, Perum Perhutani.

Luas Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Sumedang mencapai 36 ribu ha.

“Mengelola hutan tidak bisa sendiri, harus berbasis masyarakat. Tantangannya banyak. Contoh hutan lindung tidak bisa dimasuki orang, namun perubahan zaman kan nggak bisalah seperti itu, jadi harus kolaborasi,” beber Nono.

Disinggung fasilitas dan akses masuk, pihaknya mengakui kekurangan tersebut. Hal itu menurut Nono imbas covid 3 tahun lalu.

“Iya, untuk akses masuk memang kami akui, kendalanya di pembebasan lahan. Sedangkan fasilitas kami akan benahi sedikit-demi sedikit, termasuk penerangan, kita segera perbaiki,” ucapnya.

Terkait Raker, pihaknya menyambut baik dan berharap bisa terus bekerjasama.

“Kampoeng Ciherang merupakan lokasi atau wilayah yang ada dalam pengelolaan kami. Mari kita berkolaborasi, untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Nono.

Usai silaturrahim dengan KPH Perhutani, suasana berlanjut pengundian puluhan doorprise yang ditemani api unggun dan lantunan musik.

“Mayan buat dirumah,” ucap salah  Ajay, yang mendapat minyak goreng.

Sementara hadiah utama rice cooker diraih Elly, jurnalis senior yang juga Ketua Panitia Raker.

“Alhamdulillah, rejeki anak sholeh,” ucapnya sambil tersenyum.

Raker sebelumnya berlangsung di Sekretariat Pokja PWI Jalan Ahmad Yani Sidolig, dibuka oleh Kadiskominfo Kota Bandung Yayan A. Brilyana, Sabtu (22/11/2025). Mal 

 

Komentari

Berita Terkait

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar
Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:51 WIB

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 17:20 WIB

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

FEATURED

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:20 WIB