Faktor Penurunan Kualitas Sinyal Wifi Berdasarkan Jarak dan Penghalang

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas sinyal WiFi adalah jarak antara perangkat dengan router serta penghalang di antara keduanya. Foto web

Dua faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas sinyal WiFi adalah jarak antara perangkat dengan router serta penghalang di antara keduanya. Foto web

Pendahuluan

WiFi telah menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar, bekerja, maupun hiburan.

Namun, sering kali pengguna mengalami masalah sinyal WiFi yang lemah atau tidak stabil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artikel ini membahas bagaimana jarak dan penghalang berperan dalam menurunkan kualitas sinyal WiFi.

Dalam sistem telekomunikasi nirkabel, kualitas sinyal merupakan parameter penting yang menentukan keandalan komunikasi data.

Teknologi WiFi (Wireless Fidelity) bekerja pada frekuensi radio 2,4 GHz dan 5 GHz yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan propagasi.

Faktor utama yang menyebabkan degradasi sinyal adalah jarak transmisi dan media penghalang (obstacle) antara pemancar dan penerima.

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan kualitas sinyal WiFi berdasarkan prinsip propagasi gelombang elektromagnetik, sehingga dapat dipahami dari sudut pandang teknik elektro telekomunikasi.

 

Konsep Dasar Sistem WiFi (Telekomunikasi)

Sinyal WiFi bekerja dengan memancarkan gelombang radio dari router ke perangkat penerima seperti ponsel, laptop, atau tablet. Semakin jauh jarak perangkat dari router, maka kekuatan sinyal yang diterima akan semakin melemah.

Hal ini terjadi karena energi gelombang radio berkurang seiring bertambahnya jarak tempuh.

Pada jarak dekat, sinyal WiFi biasanya kuat dan stabil sehingga kecepatan internet optimal.

Namun, ketika jarak semakin jauh, sinyal akan mengalami pelemahan (attenuation) yang menyebabkan koneksi menjadi lambat, sering terputus, atau bahkan tidak terdeteksi sama sekali.

Oleh karena itu, penempatan router yang strategis sangat penting untuk menjangkau seluruh area yang membutuhkan koneksi WiFi.

WiFi merupakan sistem komunikasi data nirkabel yang terdiri dari:

• Transmitter (Router / Access Point)

•Channel (Media udara / free space)

•Receiver (Client device)

Sinyal WiFi dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang mengalami:

•Attenuation (pelemahan)

•Reflection (pemantulan)

•Diffraction (pembelokan)

•Scattering (hamburan)

Fenomena ini menjadi kajian utama dalam teori propagasi gelombang radio.

 

Pengaruh Jarak terhadap Kualitas Sinyal

Jarak dan penghalang sering kali saling berkaitan dalam memengaruhi kualitas sinyal WiFi.

Perangkat yang berada jauh dari router dan terhalang banyak dinding akan menerima sinyal yang jauh lebih lemah dibandingkan perangkat yang berada dekat tanpa penghalang.

Kombinasi kedua faktor ini dapat menyebabkan koneksi WiFi menjadi tidak stabil dan tidak optimal.

Dalam teori telekomunikasi, pelemahan sinyal akibat jarak dijelaskan melalui Free Space Path Loss (FSPL):

 

FSPL(dB)=32,44+20log(f mhz)+20log(dkm)

 

Keterangan

f=frekuensi(MHz) `

d=jarak(km)

Dampak Teknik:

• Semakin besar jarak → path loss meningkat

•Daya sinyal terima (Received Signal Strength Indicator / RSSI) menurun

•Bit Error Rate (BER) meningkat

•Throughput data menurun

 

Rappaport, T. S. (2002).

Wireless Communications: Principles and Practice (2nd ed.). Prentice Hall.

 

Pengaruh Penghalang terhadap Propagasi Sinyal

Selain jarak, keberadaan penghalang juga sangat memengaruhi kualitas sinyal WiFi. Penghalang dapat berupa benda fisik seperti dinding, pintu, lantai, plafon, hingga perabot rumah tangga. Setiap jenis material memiliki tingkat hambatan yang berbeda terhadap gelombang radio.

Dinding beton, tembok tebal, dan logam merupakan penghalang yang paling besar dalam melemahkan sinyal WiFi.

Sementara itu, material seperti kayu atau kaca cenderung memberikan hambatan yang lebih kecil.

Selain itu, perangkat elektronik lain seperti microwave atau televisi juga dapat menimbulkan interferensi yang mengganggu sinyal WiFi.

Semakin banyak penghalang yang harus dilewati sinyal, maka kualitas koneksi akan semakin menurun. Hal ini sering terjadi pada bangunan bertingkat atau rumah dengan banyak sekat ruangan.

Dalam sistem telekomunikasi, penghalang dikategorikan sebagai loss tambahan (penetration loss).

 

 

 

 

 

 

 

, A. F. (2011).

Wireless Communications (2nd ed.). Wiley.

 

Fenomena Telekomunikasi:

• Absorpsi gelombang

• Refleksi berlebih

• Multipath fading

• Interferensi antar sinyal

 

Hubungan Jarak dan Penghalang dalam Sistem Nyata

Dalam lingkungan indoor (gedung, rumah, kampus), sinyal WiFi tidak hanya mengalami free space loss tetapi juga:

• Shadowing

• Multipath propagation

• Noise dan interferensi

 

Secara teknik:

Total  Loss = FSPL + Penetration Loss + Interference

Hal ini menjelaskan mengapa sinyal WiFi sering fluktuatif meskipun jarak tidak terlalu jauh.

 

Parameter Kualitas Sinyal dalam Telekomunikasi

Parameter teknik yang digunakan untuk menilai kualitas WiFi:

• RSSI (dBm)

• SNR (Signal to Noise Ratio)

• BER (Bit Error Rate)

• Throughput (Mbps)

• Latency (ms)

 

Nilai SNR yang baik:

• 25 dB → sangat baik

• 15–25 dB → cukup

• < 10 dB → buruk

 

Solusi Teknik Telekomunikasi

Solusi umum:

1. Menempatkan router di posisi yang strategis dan terbuka agar sinyal dapat menyebar merata.

2. Mengurangi jumlah penghalang fisik antara router dan perangkat pengguna.

3. Menggunakan WiFi repeater atau range extender untuk memperluas jangkauan sinyal.

4.Menggunakan router dengan teknologi yang lebih baru dan antena yang lebih baik.

5.Menjauhkan router dari perangkat elektronik lain yang dapat menyebabkan interferensi. 6.Menggunakan sistem mesh WiFi untuk bangunan yang luas atau bertingkat.

 

Pendekatan solusi berbasis teknik elektro:

1. Perencanaan link budget

2. Optimasi penempatan access point

3. Penggunaan antena directional

4. Implementasi WiFi Mesh Network

5. Pengaturan channel dan frekuensi

6. Penggunaan teknologi MIMO

 

Kesimpulan

Penurunan kualitas sinyal WiFi dipengaruhi oleh jarak antara perangkat dengan router serta adanya penghalang fisik. Semakin jauh jarak dan semakin banyak penghalang, kualitas sinyal WiFi akan semakin menurun.

Dengan penempatan router yang tepat dan penggunaan perangkat pendukung yang sesuai, kualitas koneksi WiFi dapat ditingkatkan secara optimal.

Penurunan kualitas sinyal WiFi merupakan konsekuensi dari karakteristik propagasi gelombang radio.

Jarak menyebabkan free space path loss, sedangkan penghalang menambah penetration loss dan multipath fading. Dengan pendekatan teknik telekomunikasi yang tepat, degradasi sinyal dapat diminimalkan untuk mencapai sistem komunikasi nirkabel yang andal.

 

Referensi:

Rappaport, T. S. (2002). Wireless Communications: Principles and Practice (2nd ed.). Prentice Hall. – Search

Molisch, A. F. (2011). Wireless Communications (2nd ed.). Wiley. – Search

Aileen, A., Suwardi, A. D., & Prawiranata, F. (2021). Penurunan Kekuatan Sinyal WiFi pada Berbagai Material Bangunan. – Search

Rabbani, A. N. R. A., Yacoub, R. R., & Marpaung, J. (2023). Analisis Pengaruh Material Penghalang terhadap Kekuatan Sinyal WiFi. J3EIT, 4(1), 10–18. – Search

Putra, F. P. E., dkk. (2024). Pengaruh Jarak terhadap Kualitas Sinyal WiFi. Brilliance: Research of Artificial Intelligence. – Search

 

Rifqi Satriadi (Mahasiswa Prodi Teknik Elektro Itenas Bandung)

Mata Kuliah: Dasar Telekomunikasi

Dosen:Ir. Rustamaji, M.T.

 

 

Komentari

Berita Terkait

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI
Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung
Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA
Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP
Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta
TPA Sarimukti Over Kapasitas, Farhan Ajak Masyarakat Bijak Kelola Sampah
Komisi III Bahas Sejumlah Agenda dengan DSDABM Kota Bandung
Edwin Senjaya Beberkan Faktor Ini Bikin Indonesia Lemah

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:37 WIB

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:12 WIB

Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung

Senin, 19 Januari 2026 - 10:43 WIB

Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA

Senin, 19 Januari 2026 - 10:10 WIB

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:21 WIB

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta

Berita Terbaru

Ir. Andrian Tejakusuma saat menjadi pembicara kegiatan KONI Kota Tasikmalaya. PJ/Joel

FEATURED

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI

Selasa, 20 Jan 2026 - 08:37 WIB

Prof.Sucipto (baju batik) saat Musprov PSTI Jabar. PJ/Joel

FEATURED

Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung

Selasa, 20 Jan 2026 - 08:12 WIB

YBM BRILiaN meluncurkan Mustahik Income Generating Program (MIGP) di dua lokasi, Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis. PJ/Dok

EKONOMI

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP

Senin, 19 Jan 2026 - 10:10 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung membatalkan perjalanan ke Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang akibat genangan air. PJ/Dok

FEATURED

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta

Minggu, 18 Jan 2026 - 20:21 WIB