BANDUNG, PelitaJabar – Pelaksanaan Musprov diawali Rapat Kerja Konsultasi (Rakersul). Musprov sudah sesuai “on the track dengan aturan aturan di PB.PSTI dan saran KONI.
“Kebetulan KONI tidak ikut campur dengan organisasi PSTI Jabar. Tapi tetap saya lakukan dan tempuh. Itu pun saya melaksanakan Musprov sesuai dengan arahan Ketua Umum PB.PSTI DR.H. Surianto. AM. S.AG. MM. Jadi semua saya tempuh kok,” kata Ketua Pengprov PSTI Jawa Barat periode 2022-2026 Prof.Dr. Sucipto. M.Kes. AIFO kepada PJ Senin 19 Januari 2026
Seperti diketahui, Pengprov PSTI Jabar baru saja melakukan Musprov Sabtu 17 Januari 2026. Namun Musprov tidak dihadiri KONI Jabar dan PB. PSTI. Bahkan PB. PSTI melayangkan surat penundaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mengenai ketidakhadiran KONI Jabar, saya harus ngomong bagaimana dan dimulai dari mana ya. Tetapi mungkin karena pelaksanaan Musprov pas hari libur, jadi semua tidak bisa hadir.”
“Kalau Ketua PB.PSTI saya undang juga. Tapi mungkin dia tidak koordinasi dengan staf yang dibawahnya. Sehingga Ketua PB.PSTI menjawab tidak tahu. Tetapi ada surat penundaan yang ditandatangani Ketua PB.PSTI lalu saya konfrontir ke Ketua PB.PSTI beliau mengatakan tidak tahu,” jelas Sucipto.
Karena Ketua PB.PSTI sudah beberapa hari keluar kota. Ketua PB.PSTI pun sebut Sucipto berjanji akan menelusuri darimana munculnya surat penundaan tersebut.
Setelah Musprov, dia langsung lapor ke Ketua Umum PB.PSTI. Dikatakan Musprov sudah dilakukan dan tidak mungkin ditunda lagi karena semua Pengcab minta harus dilakukan.
“Sehingga saya harus menjalani amanat Pengcab untuk menjalankan Musprov.
Hasil Musprov pun langsung saya sampaikan ke Ketua Umum PB. PSTI dan mengatakan Musprov berlangsung sesuai arahan Ketua PB.PSTI dan saya terpilih secara aklamasi,” terang Sucipto lagi.
Melalui WA nya Ketua PB.PSTI mengatakan Alhamdulillah. Siap Prof.
“Saya punya bukti WA nya. Lalu saya minta arahan langkah selanjutnya. Tapi beliau belum balas lagi,” tambah Sucipto.
Bagaimana dengan tidak hadirnya KONI Jabar dan PB.PSTI ?
“Kalau sudah sudah seperti itu, Musprov tetap jalan. Saya kan sudah dua kali menjadi Ketua Umum Pengprov PSTI Jabar. Tapi kebetulan saat periode pertama dan kedua saya, KONI Jabar hadir. Kalau PB.PSTI periode pertama tidak hadir. Kedua ada utusannya.”
“Setelah saya baca diaturan, tidak menjadi sebuah keharusan PB memberikan rekomendasi. Walau demikian, saya tetap mengundang ketua PB.PSTI secara pribadi melalui Japri. Dan tampaknya beliau tidak memberikan intruksi atau tugas kebawahannya,” aku Sucipto.
Terkait surat penundaan PB.PSTI, dia mengaku tidak mengetahuinnya.
“Saya tidak tahu. Itu diakibatkan apa? Karena, katanya, saya tidak bersurat kepada PB.PSTI. Anehnya yang ditanggapi justru surat yang protes. Padahal watunya bersamaan pada tanggal 15 Januari. Dan mungkin surat saya karena sifatnya resmi dikirimkan ke alamat PB.PSTI yang baru pindah. Mungkin surat yang dilayangkan oleh kedua Pengcab yang protes dilayangkan kepada perorangan atau pribadi.”
“Sehingga yang ditanggapi ya yang kedua Pengcab itu yang langsung di proses. Sedangkan surat saya tidak tahu apakah dibaca, atau sudah sampai. Karena sekretariatnya itu karyawannya belum berkantor. Selain itu kantornya pun baru pindah,” bebernya.
Kendati demikian Sucipto mengatakan tidak masalah. Karena dia menyampaikan surat itu dua. Satu melaluu Japri Ketua dan satu lagi ke kesekretariatan.
Apakah ucapan Selamat Ketua PB.PSTi bertanda Musprov sah?
“Saya gak tahu itu persisnya. Beliau hanya bilang alhamdulillah dan siap. Apakah itu pernyataan resmi atau tidak, saya juga kurang tahu. Barangkali bisa ditanya langsung kepada Ketua PB.PSTI,” tambahnya.
Sucipto juga menyebutkan bahwan dirinya diundang Ketua Umum KONI Jabar.
“Saya memenuhi undangan pak Budiana bukan sebagai Ketua Pengprov lagi. Tepatnya sebagai pertemanan dan persahabatan. Selama ini saya tidak ada masalah dengan Ketua Umum KONI. Jadi apa salahnya saya diundang datang,” kata Sucipto.
Apa saja yang dibicarakan?
“Beliau merasa kebingungan. Di satu pihak menerima laporan dari saya. Di sisi lainnya ada yang menghubungi dari pihak PB.PSTI untuk membentuk carateker Pengprov PSTI Jabar. Gak lama hanya kurang lebih 10 menit ketemu pak Budiana.” kata Sucipto.
Disinggung rencana selanjutnya atas pelaksanaan Musprov, Sucipto menggungkapkan mengembalikan kepada Pengcab.
“Secara pribadi ya, saya kan diusung menjadi Ketua Pengprov itu atas dasar amanat dari Pengcab Pengcab. Jadi mohon maaf, kalau saya dijegal atau di carateker, ya saya kembalikan amanat itu kepada masing-masing Pengcab untuk membuat sikap seperti apa,” paparnya.
Dikatakan, dirinya puas terhadap pelaksanaan Musprov.
“Saya bukan lagi ketua Pengprov, saya sudah demisioner. Jadi semua tanggungjawab saya sudah selesai. Sekarang persoalannya silahkan saja KONI Jabar dan PB.PSTI,” pungkas Sucipto. Joel









