BANDUNG, PelitaJabar – Pengurus, koordinator pelatih dan pelatih yang tidak siap dan tidak bisa bekerjasama sebaiknya mundur dari NPCI Kota Bandung.
“Kekompakan itu adalah syarat mutlak. Bagaimana kita bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk menuju sukses jika kita tidak kompak,” tegas Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan, Rabu 11 Februari 2026.
Dia menilai, organisasi ibarat sebuah perahu. Jika dalam satu perahu saja sudah ribut-ribut nanti akan goyang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi saya tekankan disini, yang mau gabung dengan NPCI, ya harus satu visi dan satu misi ke depan,” tambah Yadi.
Kekompakan merupakan adalah diatas segalanya untuk sebuah organisasi.
“Jangan malah justru mengorek-ngorek masalah, mencari mencari kesalahan. Mari kita kompak. Kita perbaiki semua kesalahan yang ada dan memajukan NPCI Kota Bandung. Endingnya menjadi juara umum di Peparda tahun 2026 ini,” ingatnya.
Dia berpesan harus menjaga marwah NPCI Kota Bandung yang saat ini diamanahi kepadanya.
“Ujung tombak prestasi itu atlet dan pelatih. Jadi saya titip khususnya pelatih harus disiplin. Jangan bolong-bolong datang melatih. Jangan hanya memenuhi administrasi saja. Cuma nama doang gitu kan, karena sekarang tugas kita berat di Peparda,” ucap Yadi.
Dirinya optimis, dengan disiplin, kerjasama dan kekompakan semua elemen NPCI Kota Bandung, akan menjadi yang terbaik.
Kesadaran “mundur” pengurus dan pelatih yang tidak bisa sejalan, juga dibahas pada Rapat Pleno Desember 2025 lalu.
Senada, trio Binpres NPCi Kota Bandung Cepi Gunawan, Taufik dan Kang Hanu menyoroti para pelatih cabor yang terkesan malas kelapangan.
“Kalau kemarin-kemarin kami masih “longgar”, tapi tahun 2026 ini tidak bisa main-main lagi. Karena tahun ini adalah tahun “perang”. Selama ini pun kami tahu dan punya data pelatih cabor mana yang datangnya bolong-bolong seperti dikatakan pak Ketua,” pungkas Cepi.
Disiplin, kompak dan bekerjasama harus menjadi pondasi perang di Peparda 2026. Joel








