BANDUNG, PelitaJabar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, mengingatkan, Bonus Demografi harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan. Selain itu, harus menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong inovasi teknologi.
“Tanpa strategi ini, melimpahnya penduduk usia produktif berisiko memicu pengangguran tinggi dan bencana ekonomi,” tegas Wihaji saat memberikan kuliah umum di UIN Sunan Gunung Djati, Kamis 9 April 2026.
Karena itu, Kemendukbangga siap membantu 8 program prioritas Presiden dan fokus pada penanganan serta isu strategis Kemendukbangga untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada pokok bahasan tentang 74. 092.313 Keluarga Indonesia yang menjadi tanggung jawab pemerintah, harus sejahtera melalui program penguatan kualitas keluarga, pencegahan stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan leadership,” ucapnya.
Sementara Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar menegaskan, isu kependudukan memiliki keterkaitan erat dengan Al-Qur’an, aspek keluarga dan kependudukan bagian penting karena Islam memiliki perhatian besar terhadap pengelolaan kehidupan manusia secara berkelanjutan.
“UIN Sunan Gunung Djati Bandung siap untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan program-program pembangunan kependudukan dan keluarga,” pungkasnya singkat.
Kuliah umum bertema “Transformasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Menuju Indonesia diikuti 2000 orang terdiri mahasiswa/i, dosen, tenaga pendidikan, Penyuluh KB dan mitra kerja aktif Program Bangga Kencana. ***








