“Selama bulan April ini, gaung tentang Autism Awareness harus terus kita suarakan. Ini bukan hanya peringatan tapi gerakan bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat,” kata Farhan, saat peringatan tersebut di Pendopo, Senin 14 April 2026.
Dikatakan, kegiatan yang digelar komunitas autisme di Kota Bandung telah menjadi tradisi tahunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya seremonial tetapi juga menampilkan bakat luar biasa dari individu dengan autisme, mulai dari pertunjukan seni hingga pameran.
“Karyanya bagus sekali bahkan ini salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat baik seni rupa maupun kriya,” ujarnya.
Namun demikian, Farhan mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menghadapi tantangan dalam pendataan jumlah individu dengan autisme.
“Kadang dianggap sebagai keterbelakangan biasa padahal ini berbeda. Ini yang menjadi tantangan kita dalam penanganan autisme di Kota Bandung,” jelasnya.
Kedepan, Pemkot Bandung terus berupaya meningkatkan sensitivitas dan respons terhadap fenomena yang muncul di masyarakat.
“Hal yang kita lakukan sekarang adalah setiap kali kita melihat ada fenomena, kita berusaha sentuh karena kelihatannya memang dengan bertambahnya perkembangan ilmu pengetahuan tentang autism kita bisa lebih mampu untuk mengidentifikasi individu-individu yang autism ini,” pungkasnya. ***








