CIMAHI, PelitaJabar – Langkah, rejeki pertemuan dan maut merupakan garis tangan yang sudah digariskan oleh sang pencipta. Begitupun dengan perjalanan hidup seseorang, tak ada yang tahu.
Perjalanan karir seorang Asep Mulyana Suherman, berubah 180 derajat. Jebolan KDI 4 2007 lalu itu, berbelok dari panggung hiburan, usaha kuliner, dunia perhotelan, hingga kembali menemukan ruang baru di dunia musik di Jerman.ㅤ
Kiprahnya diawali di dunia hiburan saat mengikuti Kontes Dangdut Indonesia atau KDI 4 pada 2007.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia lolos dari sekitar 7.000 peserta audisi dan menjadi satu-satunya peserta laki-laki yang mewakili Jakarta.
Di masa tersebut, Asep yang masih menjalani kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta, juga menerima job nyanyi di berbagai acara.
Selepas itu, hidup membawanya ke jalan berbeda. Asep sempat membangun usaha The Kasturi Cafe and Resto di Cimahi.
Usaha tersebut berjalan sejak 2014 hingga 2021, dan akhirnya “tumbang” akibat pandemi Covid-19.
Lalu, ia beralih ke dunia kerja perhotelan, termasuk bekerja di Hotel Riau, sebelum mendapatkan peluang berangkat ke Jerman.
Pada 2023, Asep mengikuti proses perekrutan kerja ke Jerman melalui Eurojob.
Ia menjalani kursus bahasa di Goethe-Institut Bandung, melengkapi dokumen, hingga mengikuti wawancara di Kedutaan Jerman di Jakarta.
Setelah semua proses dilalui, ia diterima bekerja di Hotel Sonnenhof Aspach, yang berada di kawasan Aspach, Backnang, Baden-Württemberg, Jerman.
Di tempat itulah hidupnya kembali menemukan arah baru. Awalnya Asep bekerja di bagian housekeeping lalu dipercaya menjadi supervisor.
Namun bakat menyanyinya ternyata menarik perhatian pihak hotel. Dari situlah, ia mulai diperkenalkan kepada keluarga Ferber selaku pemilik hotel dan mendapat menunjukkan kemampuan vokalnya.
“Waktu itu saya dites nyanyi, dan antusiasnya luar biasa. Dari situ saya mulai diberi kesempatan terus bernyanyi di hotel,” beber Asep, menuturkan kisah perjalanan hidup dan kariernya di sela haul almarhumah Hj. Faridah di kediaman Agus Rahman Efendi, Jalan KH Usman Dhomiri, Cimahi, Kamis 16 April 2026.
Asep menyebut salah satu sosok yang paling berjasa dalam karirnya adalah Katrin Boysen Ferber, pertama memperkenalkannya kepada pemilik hotel.
Seiring waktu, Asep tidak hanya tampil dalam live music hotel, tetapi juga dipercaya mengisi berbagai acara komunitas Indonesia di Jerman.
Ia bahkan kerap tampil dalam kegiatan di lingkungan Konsulat Jenderal RI di Frankfurt, dengan membawakan lagu-lagu Indonesia, termasuk lagu dangdut dan tradisional sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia.
Dalam perjalanan tersebut, Asep juga mendapat dukungan dari saudaranya, Romi Rahadian Gusni, yang ikut mendampinginya selama di Jerman.
“Romi banyak membantu dalam mengatur pakaian, jadwal tampil, hingga merangkap sebagai asisten dalam aktivitas bermusik saya,” tambah Asep.
ㅤ
Kini, langkah Asep di dunia musik Jerman memasuki fase lebih serius.
“Sudah di jadwalkan sesi pemotretan cover album dan proses rekaman di Stuttgart pada Mei 2026. Ada 12 lagu yang telah disiapkan untuk album tersebut,” paparnya.
Asep juga menyebut nama Andrea Berg, salah satu penyanyi nomor satu di Jerman, sebagai bagian penting bagi karier musiknya di sana.
“Perjalanan ini bukan sesuatu yang datang dengan mudah. Saya melewtinya dengan jatuh bangun, dari panggung hiburan, usaha yang tutup, pekerjaan hotel, hingga akhirnya kembali percaya diri untuk bernyanyi. Semua proses itu, menjadi pelajaran berharga yang membentuk saya hingga berada di titik sekarang,” tutup Asep.
Perjalanan Asep Mulyana Suherman menjadi bukti, jalan menuju mimpi kadang datang dari arah yang tidak diduga.
Congrat’s brow Asep, semoga kisahmu yang mampu menaklukkan tanah “Nazi” menginspirasi generasi muda Indonesia. ***








