BANDUNG, PelitaJabar – Sebanyak 1.400 karateka dipastikan bakal tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Ketua Umum PB FORKI IV Tahun 2026 pada 9 hingga 11 Mei 2026 di Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Sekretaris Umum Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat Ir. Andrian Tejakusuma memastikan kesiapan pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) karate.
“Untuk pelaksanaan Kejurnas itu, karena sudah keluar penunjukan dari PB FORKI. Jadi mau tidak mau FORKI Jabar harus melaksanakan kegiatan tersebut. Setelah Provinsi lin tidak ada yang sanggup,” ucap Andrian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan, jika beban biaya Kejurnas kali ini tergolong sangat besar. Pasalnya, seluruh kategori usia akan dipertandingkan, mulai dari kadet, yunior, U-21, hingga senior dalam satu rangkaian kompetisi.
“Ini sangat berat sekali, karena hampir seluruh kelas dipertandingkan. Kalau dihitung, normalnya bisa memakan waktu empat sampai lima hari,” katanya.
Namun panitia optimistis durasi pelaksanaan dapat dipangkas menjadi tiga hari.
“Alhamdulillah kita punya fasilitas GOR yang representatif. Kita bisa pasang kurang lebih enam tatami. Mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu tiga hari,” tandas Wakil Ketua I KONI Jabar ini.
Disebutkan, peserta yang ikut ambil bagian berasal dari dua kategori, kontingen dari Pengprov FORKI serta perguruan karate dari seluruh Indonesia.
Sedangkan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 1.400 atlet dari berbagai daerah.
“Kejurnas ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi atlet menuju kejuaraan Internasional. Di antaranya adalah seleksi untuk SEAKAF, Kejuaraan yunior AKF. Hingga penentuan peringkat menuju Asian Games di Nagoya, Jepang. Ini jadi acuan seleksi untuk kejuaraan ASEAN, junior AKF, dan juga ranking menuju Asian Games,” paparnya.
Disinggung biaya penyelenggaraan Kejurnas, mantan Karateka Nasional jebolan ITB ini menyebut semua ditanggung Pengprov FORKI Jawa Barat.
“Pendanaan 100 persen ditanggung Pengprov FORKI Jabar. Estimasinya kurang lebih sekitar Rp1,8 miliar,” katanya.
Kontribusi biaya pendaftaran peserta hanya mampu menutupi sebagian kecil dari total kebutuhan.
“Dari registrasi itu paling hanya seperempatnya. Karena itu kami sangat berharap dukungan dari berbagai pihak, terutama sponsor,” harapnya. Joel








