BANDUNG, PelitaJabar – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat membeberkan, maraknya pinjaman online (pinjol) dan Judi Online (judol) memicu beragam persoalan, mulai dari Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) hingga angka perceraian di Jawa Barat mencapai hampir 98 ribu kasus berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama.
Selain itu, kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat sekitar 3.500 kasus sepanjang tahun lalu menurut data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni).
Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti mengungkapkan, Provinsi Jawa Barat masih menghadapi sejumlah tantangan serius dalam pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan capaian total fertility rate (TFR) tahun 2025 sebesar 2,07, meleset dari target 2,02 yang ditetapkan untuk 2026.
“Tantangan lain yang dipaparkan adalah angka kematian ibu (AKI) yang masih tercatat sebanyak 646 kasus atau setara 88,78 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi (AKB) pun masih tinggi, yakni 5.037 kasus atau 6,92 per 1.000 kelahiran hidup,” papar Siska saat Wwbinar optimalisasi Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) Rabu 24 April 2026.
Problem lainnya adalah prevalensi stunting di Jawa Barat mencapai 15,9 persen, turun 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, Siska mengingatkan bahwa secara jumlah absolut sekitar 19 persen dari total balita di Jawa Barat masih mengalami stunting.
Pemerintah provinsi menargetkan angka stunting turun di bawah 14 persen pada tahun 2026 dan di bawah 5 persen pada akhir periode kepemimpinan Gubernur tahun 2030.
“Dengan jarak kehamilan yang optimal, tidak terlalu dekat dan tidak terlalu sering, ibu dapat memulihkan kondisinya dengan baik sebelum mempersiapkan kehamilan berikutnya,” jelas Siska.
Webinar ini menghadirkan narasumber, Fitri Wardahani selaku fungsional Penataan Kependudukan dan Keluarga Berencana dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat dan Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan dimoderatori oleh Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jawa Barat Najip Hendra SP. ***








