BANDUNG, PelitaJabar – Pencairan penghargaan ditargetkan dapat dilakukan setelah pengesahan anggaran perubahan pada September 2026. Pemerintah memastikan prosesnya akan segera direalisasikan setelah disahkan.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat Dr. Hery Antasari. M.Dev. Plg di Kantor Dispora Jabar, Jalan Arcamanik, Kota Bandung, Senin 20 April 2026 terkait belum cairnya “bonus” atlet SEA Games dan ASEAN Para Games Jawa Barat yang berjuang di Thailand.
“Terminologi bonus kita haluskan atau perbaiki menjadi penghargaan. Agar sesuai dengan nomenklatur teknokratis anggaran. Jadi di Jawa Barat istilahnya adalah penghargaan,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan, penghargaan akan diberikan tanpa potongan dalam bentuk apa pun. Selain itu, pajak juga akan ditanggung pemerintah.
“Tidak ada potongan. Penghargaan diberikan utuh. Pajak ditanggung pemerintah. Jadi atlet menerima bersih,”ucapnya lagi.
Proses pencairan akan dilakukan secara langsung melalui transfer ke rekening masing-masing atlet.
“Semua dilakukan melalui transfer langsung ke yang bersangkutan,” katanya.
Besaran penghargaan mengacu pada kebijakan pemerintah pusat dengan persentase tertentu yang tetap dipertahankan hingga saat ini.
“Kalau dari pusat sekian, maka kita mengikuti dengan persentase tertentu, kurang lebih sekitar 20 persen. Dan itu tidak berubah,” tegasnya.
Dia menambahkan, bentuk kepedulian tersebut tidak hanya diberikan kepada atlet prestasi, tetapi juga kepada pelaku olahraga masyarakat.
“Jangankan olahraga prestasi, olahraga masyarakat pun yang sebenarnya bukan kewajiban tetap diberikan penghargaan,” ujarnya.
SEA Games dan ASEAN Para Games merupakan event dua tahunan yang biasanya diselenggarakan secara beriringan. Namun, pada periode ini terdapat perbedaan timeline pelaksanaan dibandingkan sebelumnya.
“Biasanya SEA Games dan ASEAN Para Games itu selalu berdekatan tanpa jeda. Tapi kali ini ada perbedaan timeline dibanding sebelumnya,” bebernya.
Menurut Hery, selama ini pemberian penghargaan kepada atlet SEA Games dan ASEAN Para Games dilakukan secara bersamaan. Hal ini untuk menjaga kesetaraan antara atlet non-disabilitas dan atlet disabilitas.
“Kita tidak pernah memisahkan. Selalu satu kesatuan. Karena kita tidak bisa membedakan antara atlet umum dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.
Hery menegaskan, kedua ajang tersebut memiliki level yang sama, sehingga perhatian pemerintah juga diberikan secara setara. Baik kepada atlet prestasi umum mau pun disabilitas.
“Event ini levelnya sama. Maka perhatian pemerintah juga sama. Tidak bisa dipisah-pisahkan,” katanya.
Akhir 2025 hingga awal 2026 terdapat empat agenda besar yang harus diakomodasi dalam penganggaran. Yaitu Popnas, Peparnas, SEA Games, dan ASEAN Para Games. Joel








