BANDUNG, PelitaJabar – Prof. Kim Soo Il menegaskan, meskipun AI memiliki peran besar dalam kehidupan saat ini, peran manusia dalam dunia pendidikan tetap tidak tergantikan.
“Kita tidak bisa menyangkal bahwa AI berperan dalam kehidupan kita. Namun, peran dosen dalam pendidikan tetap penting dan tidak akan tergantikan,” tegasnya saat workshop internasional bertajuk “Mastering Generative AI for Technical Innovation” yang digagas Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung melalui Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI), pekan lalu.
Selain Prof. Kim Soo Il dari Busan University of Foreign Studies, terdapat narsum internasional lainnya seperti Dr. Kwanyoung Kim dari ATOP Consulting, Mr. Paul Choi dari P&M Group Korea, serta praktisi teknologi nasional Pratomo Bowo Leksono, S.T.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Workshop bertajuk “Mastering Generative AI for Technical Innovation” ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Sementara, Pratomo Bowo Leksono, S.T., membawakan materi bertema “Digital Transformation 5.0: Revolusi Workflow Developer di Era Kecerdasan Otonom”.
Perkembangan AI telah mengubah cara kerja di bidang teknologi informasi, dari yang sebelumnya bergantung pada mesin pencari seperti Google, kini beralih pada pemanfaatan AI yang mampu mempercepat proses kerja.
“Belajar fundamental di era AI itu seperti belajar navigasi bintang di era GPS. Terasa kuno, sampai suatu saat bateraimu habis di tengah laut dan hanya pengetahuanmu yang bisa membawamu pulang,” ungkapnya.
Memasuki sesi seminar internasional, Dr. Kwanyoung Kim, Ph.D., menyampaikan pentingnya kolaborasi global dalam mendorong transformasi teknologi.
“We aim to transform Indonesia into a smart and incubating society. We hope our partners will become key experts in the new era,” paparnya.
Mr. Paul Choi, menekankan pentingnya sikap (attitude) dalam menghadapi perkembangan teknologi serta keberanian untuk keluar dari comfort zone.
“Jika sikap kita positif, kita akan sukses. Jika negatif, ke mana pun kita pergi, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk kerja sama internasional di bidang teknologi dan pendidikan. ***








