BANDUNG, PelitaJabar – Dana sangat penting bagi pembinaan olahraga prestasi. Termasuk Pengurus Provinsi (Pengprov) cabor, Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jabar. Dampak belum munculnya dana hibah sangat dirasakan ketika menyiapkan para atlet menghadapi event Kejuaraan.
“Pada 25 hingga 28 juni 2026, kami mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kostrad Cilodong Jawa Barat. Dengan total atlet 52 dan 5 pelatih, Kejurnas ini merupakan series pengumpulan poin menuju PON 2028 di NTT-NTB. Kami sempat bingung antara ikut dan tidak karena tidak punya anggaran,” tegas Bang Arnold Silalhi, Ketua Pengprov PJSI Jabar kepada PJ, Selasa 30 Juni 2026.
Karena itu, pihaknya berharap ada komunikasi segera dengan pemda Jabar. Ibarat nyawa, tanpa dana sulit mewujudkan olahraga prestasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau diperlukan komunikasi langsung cabor dengan pemerintah, saya siap,” tambah mantan atlet judo Nasional ini.
Salah satu cara yang disepakati, akhirnya Pengprov PJSI Jabar mengambil sikap terkait persiapan atlet ke Kejurnas, di kembalikan kepada Pengcab PJSI Kabupaten dan Kota serta klub masing-masing untuk dibina.
“Persiapan atlet dikembalikan kepada Pengcab dan klub masing-masing. Apa boleh buat. Atlet harus ikut Kejurnas untuk memenuhi kuota point menuju PON 2028,” sebut Bang Arnold, sapaan akrabnya.
Kembali ke dana hibah yang belum cair, lagi-lagi dirinya bersedia jika dimintai konfirmasi oleh Pemprov Jabar.
“Saya siap. Namun saya sangat berharap Pemerintah segera mencairkan dana hibah. Karena ini sangat berpengaruh terhadap pembinaan Judo di Jawa Barat,” pungkasnya.
Semoga harapannya didengar segera oleh Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi. Joel








