BANDUNG, PelitaJabar – Peran pengurus RT dan RW dinilai semakin penting di tengah kompleksitas persoalan masyarakat perkotaan. Bukan hanya mengurus administrasi warga, perangkat kewilayahan juga menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menangkap persoalan serta aspirasi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, M. Reza Panglima Ulung, saat menghadiri pelantikan Ketua RT dan pengurus RW 05 Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, di GOR Miranti, Selasa (14/7/2026).
Kang Ulung, sapaan M. Reza Panglima Ulung, mengapresiasi para pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, kepercayaan warga yang diberikan kepada pengurus RT dan RW harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang nyata dan responsif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menjadi pengurus RT dan RW bukan sekadar jabatan administratif, tetapi sebuah panggilan pengabdian. Mereka adalah ujung tombak pelayanan masyarakat, jembatan penyampai aspirasi warga, sekaligus fondasi utama pembangunan di Kota Bandung,” ujarnya.
Ia mengatakan, berbagai persoalan masyarakat kerap pertama kali muncul dan diketahui di tingkat lingkungan. Mulai dari kebutuhan administrasi, persoalan sosial, keamanan, kerukunan warga, hingga berbagai aspirasi pembangunan.
Karena itu, komunikasi antara pengurus RT/RW dengan pemerintah maupun DPRD perlu terus dibangun. Aspirasi yang muncul dari lingkungan, kata dia, akan lebih mudah ditindaklanjuti apabila disampaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
Sebagai anggota DPRD Kota Bandung, Kang Ulung menyatakan siap membuka ruang komunikasi dengan para pengurus kewilayahan. Ia menilai sinergi antara legislatif, pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan persoalan di tingkat bawah.
“Kami di DPRD akan selalu membuka ruang komunikasi dan siap bersinergi. Berbagai persoalan masyarakat akan lebih mudah diselesaikan apabila semua pihak bekerja sama dan saling mendukung,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan lingkungan perkotaan saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan di tingkat kewilayahan yang mampu membangun komunikasi sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.
Semangat gotong royong, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadi slogan. Nilai tersebut perlu kembali dihidupkan dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan.
Kang Ulung berharap pengurus RT dan RW yang baru dilantik mampu membangun kedekatan dengan warga serta menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat dan pemerintah.
Ia juga mengingatkan para pengurus agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan warga.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, hadir di tengah masyarakat, dengarkan aspirasi warga, dan layani dengan hati,” tuturnya.
Ia optimistis, jika komunikasi, pelayanan dan semangat gotong royong dapat berjalan secara konsisten, lingkungan RW 05 Kelurahan Ciseureuh dapat berkembang menjadi wilayah yang semakin aman, rukun dan sejahtera. ***








