BANDUNG, PelitaJabar – Jumlah lokasi pertandingan yang harus dipersiapkan berkembang menjadi sekitar 15 lokasi. Venue tersebar mulai dari kawasan Pangandaran hingga wilayah Jawa bagian Barat.
Sehingga kebutuhan pembiayaan menjadi semakin besar. Belum lagi dua tugas besar yang harus dipersiapkan KONI Kota Bandung dalam menghadapi Porprov 2026.
Pertama, mempersiapkan kontingen Kota Bandung agar mampu bersaing dalam perebutan prestasi. Kedua tanggung jawab sebagai tuan rumah terkait enam cabor tersebar di sejumlah lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itu alasan kami mengajukan tambahan anggaran,” kata Ketua KONI Kota Bandung Dr. Nuryadi. MPd kepada media usai diterima Komisi IV DPRD Kota Bandung Senin 10 Agustus 2026.
Audiensi diterima Ketua Komisi IV
H. Iman Lestariyono, S.Si, S.H beserta jajaran.
“Alhamdulillah, kami telah mengekspos kesiapan KONI Kota Bandung untuk menghadapi Porprov pada November 2026,” ucap Nuryadi.
Didampingi Cece Muharam (Sekum), H. Laga Sudarmadi (Wakil Ketua I), Kang Iwan (Wakil Ketua III) dan H. Salahuddin Al Ayubi (Orgsnisasi), — Nuryadi menjelaskan, kondisi anggaran Porprov 2026 berbeda dengan pelaksanaan Porprov sebelumnya.
Pada Porprov lalu, KONI Kota Bandung mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp. 50 miliar. Terdiri dari Rp 40 miliar ditambah Rp10 miliar, dengan jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang lebih sedikit.
“Sekarang cuma Rp 35 dengan jumlah Cabor lebih banyak. Sementara ada tambahan nomor pertandingan yang cukup banyak. Artinya, jumlah orang yang terlibat juga meningkat. Karena itu kami menyampaikan kepada DPRD bahwa KONI Kota Bandung membutuhkan dukungan untuk penambahan anggaran melalui ABT,” papar Nuryadi.
Kebutuhan Porprov tidak hanya menyangkut pembinaan atlet, namun juga akomodasi, mobilisasi, venue, perangkat pertandingan, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
“Alhamdulillah, respons dari Pemerintah Kota Bandung cukup positif, baik dari Komisi IV maupun Dispora yang mewakili eksekutif. Insya Allah, saat ini sedang diperjuangkan proses untuk tambahan anggaran,” ujarnya.
Ditanya besaran anggaran tambahan yang diajukan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT), Nuryadi menegaskan hingga kini belum ada angka final.
Namun usulan sudah disampaikan melalui Dispora dan masih dalam proses pembahasan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kebijakan efisiensi yang sedang berjalan.
“Belum ada angka pasti. Yang jelas, kami sudah mengusulkan melalui Dispora dan sekarang sedang digodok angkanya. Kami juga memahami kondisi efisiensi yang cukup ekstrem. Bisa saja nanti kami dipanggil kembali untuk verifikasi dan audiensi guna menentukan kebutuhan yang paling tepat,” katanya.
Menanggapi pengaruh keterbatasan anggaran terhadap prestasi, Nuryadi menyebut keduanya memiliki hubungan yang erat.
“Kalau anggaran tidak terpenuhi, biasanya memang seirama dengan prestasi. Artinya, ketika kebutuhan persiapan tidak bisa dipenuhi secara optimal, tentu ada pengaruhnya terhadap capaian prestasi. Karena itu kami berharap dukungan anggaran ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya. Joel








