Berdayakan Ekonomi Masyarakat, USB Ajak PASIMA Olah Sampah Jadi Cuan

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

USB YPKP mengajak masyarakat terutama kelompok PASIMA budidaya maggot sehingga menjadi cuan. PJ/Dok

USB YPKP mengajak masyarakat terutama kelompok PASIMA budidaya maggot sehingga menjadi cuan. PJ/Dok

BANDUNG, PelitaJabar – Guna meningkatkan perekonomian masyarakat, Universitas Sangga Buana YPKP (USB YPKP) menggulirkan program melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penerapan Teknologi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk Pengolahan Sampah Organik dan Produksi Pakan Ternak pada Kelompok PASIMA Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.”

Melalui pengolahan sampah organik menjadi Maggot, setidaknya masyarakat diajak mandiri, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

Ketua Tim Pelaksana PKM, Anita Syafariah., SE., MM, menjelaskan, budidaya maggot BSF merupakan salah satu alternatif pengelolaan sampah organik yang dapat menghubungkan kepentingan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengelola sampah organik secara lebih produktif. Sampah yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot, dan berpotensi menjadi bahan pakan ikan dan ternak,” beber Anita, Jumat 15 Oktober 2026.

Diawali survei lapangan dan identifikasi kebutuhan mitra, Kelompok PASIMA telah memiliki inisiatif dalam pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot. Namun, sejumlah kendala seperti keterbatasan sarana budidaya, pengendalian hama, teknologi pengolahan pascapanen, serta pengelolaan kegiatan kelompok secara berkelanjutan.

Menjawab hal itu, tim PKM memberikan pendampingan teknis melalui sosialisasi, persiapan sarana budidaya, penyiapan media organik, pengenalan siklus hidup lalat BSF, serta praktik awal penempatan bibit maggot.

“Selanjutnya praktik langsung atau learning by doing. Dengan pendekatan tersebut, anggota kelompok berkesempatan memahami dan mempraktikkan tahapan awal budidaya maggot secara langsung,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini juga, dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Aset berupa kandang maggot, rak kayu penyimpanan baskom maggot, baskom plastik dan poster edukasi pemilahan dan pengolahan sampah organik. ***

Berita Terkait

Kembangkan UMKM, Ineu Dukung Kolaborasi PWI & GMNI Majalengka
Trafik Internet Jogja–Solo Tumbuh 17 Persen
Tercatat 1.115 Kecelakaan, PT KAI Fokus Bereskan 154 Pintu Perlintasan Tak Terjaga
PERBASI Harap KONI Jabar Harus Pastikan Kebutuhan Pertandingan di Porprov 2026
Persempit Gerak Wartawan Bodong, Ditjenpas Gandeng PWI Jabar
Bertambah, Empat Mahasiswa Tel-U Kena Sanksi, Satu Dikeluarkan
Kejahatan AI Capai Rp 9,5 Triliun, PWI Jabar & JHB Sambangi KOMDIGI
Wushu Kota Bandung Siap Tempur & Rebut Medali Emas di Porprov Jabar

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Kembangkan UMKM, Ineu Dukung Kolaborasi PWI & GMNI Majalengka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Trafik Internet Jogja–Solo Tumbuh 17 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Berdayakan Ekonomi Masyarakat, USB Ajak PASIMA Olah Sampah Jadi Cuan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Tercatat 1.115 Kecelakaan, PT KAI Fokus Bereskan 154 Pintu Perlintasan Tak Terjaga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:49 WIB

PERBASI Harap KONI Jabar Harus Pastikan Kebutuhan Pertandingan di Porprov 2026

Berita Terbaru

Traffik Internet Internet XLSMART Jogya Solo Naik 17 Persen. PJ/Dok

FEATURED

Trafik Internet Jogja–Solo Tumbuh 17 Persen

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:55 WIB